Disdik Jabar Targetkan 50 Ribu Lulusan SMK Bersertifikat

JurnalMedia.com –  Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Pada tahun 2017, menargetkan sebanyak 50.000 lulusan SMK se Jabar memiliki sertifikasi keterampilan dan kemampuan keahlian. Hal ini sangat penting dalam menghadapi persaingan tenaga kerja dieraglobalisasi dan pasar MEA.

Menurut Kapala Bidang SMK Disdik Jabar DR. Dodin R Nuryadin, untuk mencapai target tersebut, Pemprov Jabar melalui Disdik Jabar, akan membuat berbagai program trobosan untuk meningkatkan pemerataan mutu pendidik dan kualitas lulusan, sehingga lulusan SMK se Jabar benar-benar memiliki daya saing, daya juang dan siap kerja dengan bekal keterampilan dan kemampuan keahlian yang juga dibuktikan dengan Sertifikasi.

“Program trobosan dan inovasi sudah kita siapkan, termasuk juga modul pelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan lepangan pekerjaan. Bahkan kita juga terus memperlebar jejaring dengan pelaku industry, industry apapun, sehingga para lulusan SMK di Jabar memiliki kesempatan kerja yang lebih luas ditambah lagi dengan Sertifikasi yang diakui baik dalam negeri maupun luar negeri”, kata Dodin kepada BBCom saat ditemui di kantor Disdik Jabar jalan Radjiman No.6 Bandung, Rabu (22/02).

Dikatakan, Disdik Jabar juga terus mendorong dan membangun jejaring dengan dunia usaha industry, .Sebagai contoh dengan menjalin kerjasama dengan kendaraan ringan seperti Honda, Toyota, Daihatsu , Suzuki maupun merk kendaraan lainnya.

Bahkan baru-baru ini di Kabupaten Kuningan, Astra Group siap membangun dan memberikan peralatan praktek otomotif kendaraan ringan di beberapa sekolah SMK di Kuningan.

“Selama ini ternyata lulusan SMK Kuningan sekitar 80% dapat diterima di perusahaan Astra Group”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dodin juga mengakui bahwa masih banyak sekolah SMK kekurangan fasilitas/ sarana-prasarana pendukung peralatan untuk kerja praktek, terutama swasta tidak memiliki sama sekali peralatan praktek, sehingga siswanya saat akan melakukan praktek terpaksa menumpang kesekolah lain.

Permasalahan sarana-prasarana SMK Negeri maupun Swasta bukan hanya semata tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan peran serta para pelaku dunia industry untuk dapat membantu memberikan peralatan praktek kesekolah-sekolah SMK.

Selain masalah sarana-prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan ditambah lagi jumlah peserta didik yang minim. “Maka untuk sekolah SMK Negeri yang masuk katagori kekurangan ini, kita akan evaluasi. Kalau memang tidak memungkinkan untuk dikembangkan, kita akan usulkan kepemerintah untuk sebaiknya digabungkan atau marger saja”. Ujarnya.

Sementara banyaknya guru SMK yang kurang produktif serta tidak memiliki keterampilan, tentunya harus kita bina dan latih, baik melalui pelatihan guru yang ada di balai pendidikan guru Disdik Jabar atau kita ikutkan dalam berbagai pelatihan keterampilan di berbagai perusahan industry. Sehingga, ilmu yang diperoleh dapat ditransper kepara peserta didiknya.

Tageline SMK itu : Winning the Globle Competition atau memenangkan persaingan Dunia yang dibekali dengan keahlian dan sertifikasi yang diakui secara internasional. Selain itu lulusan SMK harus mampu bersaing untuk mengusai persaingan dalam mengahdapi MEA dan Global, tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *