Ridwan Kamil: Pemimpin Harus Multidimensi

Ridwan Kamil dalam Acara Hari Lahir NU

Bandung, JurnalMedia.com – Saat ini dalam mengelola negara harus betul betul dipimpin oleh pemimpin yang multidimensi.  Maksud dari multidimensi yaitu pemimpin yang istiqomah dan bisa merangkul warganya.

Hal tersebut dikemukakan Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil saat menjadi pembicara Kebangsaan untuk Penguatan NKRI Pada Acara Hari Lahir Nahdatul Ulama Ke 91, di Kantor PCNU Kota Bandung, Sabtu (4/2/2017).

Menurut Emil sapaan akrab Walikota Bandung menyampaikan, sebagai pemimpin harus bisa merangkul, menginspirasi dan turun tangan saat dalam masalah. “Rumus inilah yang Insya Allah sudah saya praktekan sebagai pemimpin. Saat ini saya sebagai walikota terus mencari inspirasi agar kota bandung terus terjaga nilai nilai islamiyah,” tuturnya.

Emil bertekad Kota Bandung sebagai kota percontohan. Dimana kota ini penuh dengan ulama dan orang orang beriman yang mampu mewujudkan kehidupan yang seimbang baik dunia maupun akherat.

“Nah inspirasi yang saya keluarkan agar seimbangnya lahir dan batin, pemkot bandung perbanyak taman taman, dengan penyeimbang Magrib mengaji dan Shubuh keliling. Insya Allah jika kita bisa menyeimbangkan, maka kebangkitan beragama dan kebahagiaan terus lahir di kota bandung,” ungkapnya.

Lanjutnya Emil menyampaikan, sebagai warga negara indonesia kita wajib menjaga NKRI. Indonesia yang bermacam macam pulau, agama, suku, budaya dan bahasa menunjukan Indonesia sebagai nusantara yang beranekaragam. “Oleh karena itu sebagai pemimpin maupun masyarakat ,kita wajib menjaga indonesia meskipun banyak perbedaan,”jelasnya.

Ditambahkan Emil ,  Indonesia datang dari keberagaman, hal ini sudah ditadirkan oleh Allah.  “Jadi barang siapa yang menggangu negara Indonesia berarti merusak juga titipan dan takdir dari Allah,” tegasnya.

Selain itu Emil mengingtakan agar tidak selalu percaya terhadap berita berita yang belum pasti kebenarannya. “Saat ini banyak sekali berita hoax yang muncul di media. Maka jika kita tidak paham dalam sebuah sumber berita, harus bertanya kepada yang lebih mengetahuinya,” jelasnya.

Lanjutnya, banyak sekali perpecahan persaudaraan kita gara gara berita hoax. “Oleh karena itu jangan langsung percaya kepada berita yang baru muncul. Perlu ketelitian dan informasi berbagai sumber untuk percaya terhadap berita baru,

Emil berharap sebagai umat beragama selalu jadi umat yang tabayun, yaitu orang orang yang selalu jadi benteng menjaga ukuwah islamiyah. “Mudah mudahan arahan dari saya ini bisa diterapkan dikehidupan sehari hari. Terus menjaga NKRI dan ukuwah islamiyah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *