Bagian Kerjasama Kota Bandung jadi ujung Tombak

Kasubag Kerjasama Dalam Negeri, Yana Supriatna

Bandung, JurnalMedia.com – Sejak memantapkan diri menuju smart city, Kota Bandung terus memberikan inspirasi bagaimana menjalankan tata kelola pemerintahan menggunakan konsep kota cerdas. Banyak kota di daerah lain yang ingin mengikuti jejak langkah Bandung, salah satu upayanya adalah dengan melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung.

Terlebih lagi sejak tahun 2016, Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil memutuskan untuk berbagi teknologi yang telah menunjang Bandung menjadi kota cerdas. Sebanyak 300-an perangkat lunak dikerjasamakan dengan daerah lain untuk mendorong pertumbuhan kota cerdas di Indonesia.

Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah Kota Bandung lantas menjadi ujung tombak dalam pengaturan kerja sama ini. Kepala Sub Bagian Kerja Sama Dalam Negeri Yana Supriatna menuturkan, hingga kini telah ada 53 kota/kabupaten di Indonesia yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung.

“Sebagian besar mereka mengadospsi sistem LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) punya kita. Lalu juga e-RK (Remunerasi Kinerja), dan sistem surat menyurat. Mereka bilang karena itu direkomendasikan oleh KPK,” ungkap Yana dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (5/9/2017).

Yana menyebut, ada dua jenis kerja sama yang dilakukan oleh Bagian Kerja Sama, yaitu kerja sama wajib dan kerja sama sukarela. “Kerja sama wajib dilakukan dengan kota atau kabupaten yang berbatasan dengan Kota Bandung. Tujuan utamanya untuk penyelenggaraan urusan pemerintahan,” imbuh Yana.

Kerja sama dengan kota dan kabupaten di sekitar Kota Bandung telah dilaksanakan, baik dalam bidang pemerintahan, sosial, dan ekonomi. Salah satu bentuk konkretnya adalah kota-kota tersebut turut meramaikan Little Bandung yang menjadi motor penggerak promosi Bandung di kancah dunia.

Selain kerja sama dalam negeri, pemerintah kota juga menjalin kerja sama sister city dengan kota-kota lain di luar negeri. Khusus untuk sister city, Kota Bandung mendapatkan arahan dari Kementerian Luar Negeri selaku pemangku kebijakan kerja sama antar negara.

“Karena kalau kerja sama luar negeri kan kewenangannya ada di pusat, kita sifatnya hanya melanjutkan saja,” imbuh Yana.

Hingga bulan Agustus 2017, tercatat telah ada 13 kota yang menjadi sister city Kota Bandung. Ketigabelas kota tersebut antara lain Braunscweigh (Jerman), Forthworth (USA), Suwon (Korea Selatan), Yingkou (Tiongkok), Liuzhou (Tiongkok), Petaling Jaya (Malaysia), Shenzen (Tiongkok), Hamamatsu (Jepang), Seoul (Korea Selatan), Nammur (Belgia), Toyota City (Jepang), Cotabato (Filipina), dan Cuenca (Equador).

Selain kerja sama sister city, Bagian Kerja Sama juga memfasilitasi kerja sama teknis, seperti kerja sama dengan JSCA/Japan Smart Community Alliance (Jepang), Kawasaki (Jepang), ADB Trampil, dan ADB Sigap.

Red**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *