Selain Bandros, Keliling Kota Bandung Bisa Gunakan Boseh

Bandung, Jurnalmedia.com – Untuk memanjakan wisatawa yang datang ke Kota Bandung kini semakin lengkap dengan adanya ‘Boseh’. Merupakan transportasi yaitu bisa dimanfaatkan wisatawan selama berada di Kota Bandung.

Kali ini Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil meresmikan transportasi sepeda Bike Sharing (Boseh) sekaligus juga operasional rute bus Bandung Tour On Bus (Bandros) di Alun-alun Kota Bandung, Selasa (13/2/2018). Turut hadir Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan Ketua TP PKK Kota Bandung, Atalia Praratya.

“Jadi ada tiga pilihan kalau mau jalan-jalan di Kota Bandung. Berjalan kaki di trotoar, naik sepeda atau naik Bandros. Hal ini dilakukan agar kota Bandung lebih lestari sebagai kota wisata tanpa macet. Plus metro kapsul sudah dicanangkan, nanti suatu hari jadi sistem warisan kota maju warga bahagia dengan sistem yang nyaman,” ujarnya di sela-sela acara.

Emil sapaan akrab Walikota Bandung berharap, jumlah Bandros di Kota Bandung bisa terus bertambah. Jika tahun ini ada 12 Bandros, maka pada 2019 bisa berjumlah 36 unit.

“Jika ingin wisatawannya lebih meningkatkan lagi dan masyarakat bahagia menaiki Bandros maka tahun depan lebih diperbanyak,” ujarnya.

Tak hanya Bandros, Emil juga berharap, jika tahun ini hanya berjumlah 350 unit, tahun depan bike sharing (Boseh) bisa bertambah menjadi 1.000 unit.

“Jadi satu hotel satu selter. Itu memudahkan pengunjung agar bisa menggunakan sepeda,” ujar Emil.

Emil mengakui, dua inovasi tersebut membuat dirinya dan Kota bandung bisa berbangga. Karena Kota Bandung menjadi kota pertama yang menyediakan bike sharing di Indonesia.

“Alhamdulillah mudah mudah dengan begini Bandung nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, saat ini bike sharing (Boseh) berjumlah 350 unit dengan model city bike/multi speed dengan 30 titik selter. Di tahap awal, bike sharing mencetak kartu sebanyak 3000 dan kartu tersebut habis dalam jangka waktu 1 bulan.

“Bila diakumulasikan, penikmat Boseh 30 persennya aktif sampai saat ini,” tutur Didi.

Namun dengan kemajuan dan terus memberi kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan, pengguna Boseh meningkatkan menjadi 4992 trip (kartu Boseh). Sedangkan untuk yang menggunakan KTP (Kartu Tanda Penduduk) sebanyak 3500 trip.

Untuk jam Operasional Boseh mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Registrasi kartu Boseh bisa dilakukan di empat titik yaitu di Alun-alun Bandung, Pos Indonesia jalan Riau (R.E Martadinata), Taman Cibeunying dan Masjid Cipaganti.

Sementara itu untuk Bandros, Pemkot Bandung memiliki sebanyak 12 unit. Sebanyak 10 untuk pelayanan rute dan 2 unit untuk tamu VVIP. Rute yang dilalui berjumlah lima rute yaitu untuk bus berwarna Ungu dari timur ke tengah, warna Pink dan hijau dari Utara ke tengah, warna biru dari selatan ke tengah dan kuning sebagai penghubung.

Sedangkan 14 lokasi pemberhentian di antaranya, Gasibu, Balai Kota, Alun-alun, Teras Cikapundung, Ciwalk, taman Cibeunying, Alun-alun Cicendo, Arcamanik, Alun-alun Ujungberung, China Town, taman Regol, dan Forest Walk. Tarif yang dikenakan yaitu sebesar Rp 20.000 (single trip) dan Rp 40.000 (multiple trip).

“Insya Allah dengan Bandros yang lebih banyak ini diharapkan masyarakat dan wisatawan lebih senang jalan jalan di Bandung sehingga jumlah wisatawan di Kota Bandung bisa terus meningkatkan,” harapnya.

Red/Jm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *