Hadadi Himbau ASN di Lingkungan Disdik Netral di Pilgub

Bandung, Jurnalmedia.com –  Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Ahmad Hadadi tak menerima instansi yang dipimpinnya dituding ikut berkampanye Pilgub, menurutnya dirinya dan seluruh pejabat Disdik Jabar netral dalam Pilgub mendatang. Tak puas mengirim surat edaran yang berisi Aparat Sipil Negara (ASN) harus netral dalam Pilgub Jabar, termasuk  para kepala sekolah (kepsek), sikap tegas itu kembali dilontarkan di hadapan para pejabat dan staf Disdik Jabar.

“Sebentar lagi akan Pilgub. Ini menyentuh pemerintahan Jabar, jadi kita harus partisipatif. Sebagai warga negara yang baik, salurkan suara kita ke TPS, karena ini agenda nasional yang harus kita dukung. Hanya saja, ada upaya pihak-pihak tertentu yang menuding Disdik Jabar berpihak pada calon tertentu. Ini fitnah dan tidak bertanggung jawab,” ujar Hadadi di hadapan staf dan pejabat Disdik Jabar saat memimpin upacara di kantor Disdik Jabar, Jalan Radjiman, Bandung, Senin (9/4/2018).

Sebagai PNS, lanjut Hadadi, harus bersikap netral karena siapapun menang dalam Pilgub mendatang itulah gubernur yang  terbaik. Hadadi juga mengingatkan mulai saat ini dalam setiap acara tidak lagi mengacung-acungkan jari  saat ada program yang ditujukan kepada remaja dan siswa sekolah yang artinya no  free sex, do drugs, dan no HIV/AIDS.

“Soalnya jangan sampai ada lagi  menafsirkan aneh. Ini penting guna menjaga kondusifitas menjelang Pilgub. Tugas kita saat ini Disdik Jabar harus di garda terdepan dalam mengamankan atau mengawal sukses tidaknya bidang pendidikan di Jabar,” tegas Hadadi.

Ia juga menandaskan, dirinya dan seluruh pejabat Disdik Jabar selalu menjunjung tinggi sikap netralitas sebagai aparatur negara. “Kita jangan ikut kampanye, jangan jadi tim sukses, tidak jadi pemecah. Sikap ini kami sudah tuangkan dalam bentuk surat edaran agar seluruh pegawai Disdik Jabar tidak terlibat politik praktis,” tegas Hadadi lagi.

Surat edaran Kadisdik Jabar dibenarkan Kepala Sekolah SMA 3 Kota Bandung, Yeni Gantina. Yeni mengatakan, dalam surat edaran Kadisdik Jabar itu, berisi pelarangan ASN terjun dalam dunia politik praktis.

“Kami sudah rapat dengan Disdik Jabar, bahwa kami tidak boleh ikut campur dalam politik, tapi konsen dalam bidang pendidikan saja di sekolah. Selama ini pun tidak ada alumni atau salah satu calon gubernur atau walikota yang berkunjung ke sekolah kami,” tegas Yeni.

man/mun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *