MTQ ke 35, Kota Bandung kembali Juara Umum

Bandung, Jurnalmedia.com – Kota Bandung mencatatkan rekor tujuh kali berturut-turut meraih gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Propinsi Jawa Barat. Ini diperoleh setelah pada MTQ ke-35 di Kabpuaten Sukabumi, Kota Bandung sukses memperoleh tingkat prestasi daerah skor tertinggi yaitu nilai 70, diikuti Kabupaten Bandung dengan nilai 48, dan Kabupaten Sukabumi.

Piala Juara Umum MTQ diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan kepada Penjabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin, pada acara penutupan MTQ ke-35 Tingkat Jawa Barat, di Alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (20/04/2018) malam.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kota Bandung Emma Solihin, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Tatang Muchtar, Kepala Bagian Humas Kota Bandung Yayan Ahmad Brillyana dan beberapa pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Menurut catatan, dalam agenda rutin dua tahunan Kota Bandung menjadi Juara umum dimulai pada MTQ ke-29 di Cirebon, kemudian berturut-turut di Bandung, Depok, Karawang, Kabupaten Kuningan, Kota Tasikmalaya, dan terakhir di Kabupaten Sukabumi.

Pada MTQ kali ini, Kota Bandung mengirim 54 kafilah dengan didampingi oleh 21 official dan 30 pembina. Para kalifah mengikuti 10 kategori lomba yang terdiri dari kategori Tilawah Quran, Murattal, Qira’ah Sab’ah, Tahfidz, Syarhil Quran, Fahmil Quran, Tafsir Quran, khat/kaligrafi, Makalah Ilmiah Alquran, dan Musabaqah Menulis Kandungan Alquran, untuk mengikuti seluruh kategori yang dilombakan.

Seusai acara, Pejabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin mengucapkan rasa syukurnya atas raihan prestasi Kota Bandung yang dapat meraih juara umum secara berturut-turut tujuh kali.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras semua pihak dari mulai LPTQ semua jajaran terus memberikan dukungannya,” katanya.

Menurutnya, prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Kota Bandung. “Bukan saja untuk saya bukan pula untuk jajaran Pemerintah Kota Bandung tapi untuk masyarakat Kota Bandung,” tegas Solihin.

“MTQ ini harus jujur. Di setiap kejuaraan harus jujur melalui persiapan yang matang. Bukan suatu yang mudah memperoleh prestasi. Ini (juara) adalah bagian dari usaha yang telah dibina sejak dini,” jelas Solihin.

Seperti tahun-tahun sebelumnya tentu saja ada “kadeudeuh” kepada mereka yang meraih juara, “Ada bonus yang pasti. Juara pertama seharga biaya haji. Untuk peringkat kedua dan ketiga diberi umroh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Kota Bandng, Tatang Muchtar mengatakan, setelah kembali menjadi yang terbaik, prestasi yang telah dicapai harus terus ditingkatkan.

“Dari MTQ yang terakhir di Tasikmalaya kita terus mengalami peningkatan kualitas dengan perolehan medali yang lebih banyak,” ujarnya.

Tatang menegaskan, kegiatan MTQ ini bukan hanya acara seremonial pertandingan melainkan harus memberikan dampak untuk para peserta didik dan pembina untuk mengembangkan lebih lanjut juga untuk masyarakat luas.

“Alquran ini bukan hanya sekedar bahan bacaan melainkan lebih luas menjadikan tuntutan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Tatang.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *