Jelang Pilkada, Diskominfo Kota Bandung Stop Permohonan Nomor Ponsel RT RW

Bandung, Jurnalmedia.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung menghentikan sementara permohonan data nomor telepon seluler (handphone) Ketua RT dan RW se-Kota Bandung. Hal ini untuk menjaga situasi kondusif menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 27 Juni ini.

Kepala Diskominfo Kota Bandung, Ahyani Raksanagara menjelaskan, permohonan data nomor handphone tersebut untuk memenuhi kebutuhan layanan SMS blast yang selama ini sudah berjalan. Melalui layanan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan informasi berupa imbauan, ajakan, atau yang lainnya langsung kepada masyarakat.

“Salah satu layanan Diskominfo adalah memberikan informasi ke masyarakat melalui berbagai kanal yang kami gunakan di antaranya media sosial seperti Twitter dan Instagram, di website termasuk SMS blast,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (5/6/2018).

Biasanya, lanjut Ahyani, pengirim SMS blast adalah Diskominfo atau juga dari dinas teknis seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana. Pesan dikirimkan kepada intern pejabat struktural maupun kepada masyarakat.

Pesan-pesan kepada masyarakat pada tahun 2017 lalu itu di antaranya Karnaval Kemerdekaan agar masyarakat ikut meramaikan, bulan imunisasi campak rubela, kampanye membayar pajak, layanan mepeling, dan lain-lain.

“Kami menganggap RT RW merupakan key person penyambung lidah pemerintah. Mereka dapat menyampaikan langsung kepada masyarakat. Nah pada tahun ini saat akan memulai kembali, tim saya menyampaikan perlu ada update data karena pengurus RT dan RW-nya sudah berganti, karena registrasi ulang ada beberapa nomor handphonenya ganti,” tuturnya.

“Tidak ada tendensi atau niatan dalam rangka mendukung pasangan tertentu pada Pilkada. Namun kami mengambil keputusan untuk menghentikan sementara permohonan data tersebut untuk menjaga situasi kondusif Kota Bandung,” ujar dia.

Ahyani berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah merespon positif permohonan data nomor handphone tersebut. Baik masyarakat langsung, RT RW, forum RW juga kepada partai yang menyampaikan kekhawatiran penyalahgunaan atau mengganggu situasi kondusif di Kota Bandung.

“Kami berterima kasih karena ini bentuk kepedulian kepada kami,” sebutnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bagian Pemerintahan yang sudah menginformasikan ke kecamatan untuk menghentikan permohonan data nomor handphone RT RW. Setelah pilkada kami akan membuat surat kembali dengan catatan sepanjang RT RW tidak berkeberatan data nomornya masuk ke jaringan sistem informasi ini,” pungkasnya.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung, Yayan A. Brillyana mengemukakan, Pemkot Bandung telahg sering menyebarkan informasi melalui SMS blast. Pemkot Bandung sudah sejak beberapa tahun lalu memanfaatkan kanal tersebut untuk mengimbau maupun memberikan informasi kepada masyarakat.

“Pemkot Bandung sudah menyebarkan informasi dan imbauan sejak tahun 2013. Banyak informasi yang kami sampaikan kepada pimpinan OPD, kepada pimpinan kewilayahan, termasuk RT RW di seluruh Kota Bandung,” katanya.

Menurutnya, saat pertama kali memberlakukan program SMS blast ini Pemkot Bandung mengharapkan dapat menyebarluaskan informasi kepada masyarakat yang cepat dan tepat sasaran.

“RT RW itu kan kepanjangan tangan pemerintah di wilayah. SMS blast kami gunakan misalnya untuk mengimbau masyarakat di wilayah Utara akan waspada terhadap bencana longsor, di wilayah Timur waspada bencana banjir, atau hal lainnya. Kalau dengan surat imbauan begitu kan pasti lama dan tidak setiap orang punya media sosial tapi sekarang hampir setiap orang sudah memiliki handphone. maka SMS blast adalah menjadi alternatif pilihan yang lain,” paparnya.

Yayan menegaskan bahwa tidak ada tendensi dan upaya dukung mendukung salah satu pasangan calon dalam permohonan data nomor handphone RT RW yang dilakukan Diskominfo baru-baru ini.

“Hal ini dilakukan semata-mata untuk memperbarui data karena ada beberapa yang ganti pengurus maupun karena adanya registrasi ulang,” jelas Yayan.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *