Kemarau Panjang, Ratusan ASN Kota BAndung Gelar Sholat Istisqa

Bandung, Jurnalmedia.com – Ratusan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah kota Bandung melaksanakan salat istisqa atau salat untuk meminta hujan di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (15/10/2018/).

Ustad berkebangsaan Yaman, Tyazen Al Hakimi yang juga menantu Wali Kota Bandung Oded M. Danial menjadi imam salat. Sementara khotbah salat oleh Ketua MUI Kota Bandung K.H. Miftah Farid.

Salat istisqa merupakan salah satu bentuk ibadah untuk memohon diturunkan hujan kepada Allah SWT. Salat dua rakaat itu dimulai pukul 07.30 WIB.

Oded menuturkan, salat ini dilaksanakan karena belum turun hukan dan menyebabkan banyak warga kekurangan air. Kendati hujan turun di Kota Bandung dua hari lalu, hal itu tidak menurunkan niat Oded untuk melaksanakan salat istisqa.

“Kita salat meminta kepada Allah, karena banyak warga Kota Bandung yang menjerit kekurangan air. Semoga setelah kita salat, Allah menurunkan karunia berupa hujan yang kita nantikan,” tutur Oded dalam pidatonya sebelum pelaksanaan salat.

ASN Kota Bandung Shalat Istisqa Berjamaah di Plaza balai Kota Bandung

Ia pun mengimbau aparatur kewilayahan dan seluruh elemen masyarakat untuk juga melaksanakan salat istisqa dan bersama-sama berdoa agar hujan keberkahan segera turun di Kota Bandung.

“Tentu kita berharap hujan ini dapat memberi keberkahan. Saya mengimbau juga aparatur kewilayahan dengan ikhlas berdoa kepada Allah (minta diturunkan hujan),” imbuhnya.

Sementara itu, Miftah Farid dalam khotbahnya mengajak para jemaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT dalam bentuk apapun. Sebab manusia seringkali melupakan nikmat hingga dicabutnya nikmat itu.

“Kita sering lupa, betapa besarnya nikmat setelah nikmat itu tidak ada. Kita baru merasakan nikmat sehat setelah diberi sakit. Begitu pula kita baru menyadari nikmatnya anugerah air, setelah masyarakat kesulitan air,” ucap Miftah.

Di tengah cuaca yang belum juga turun hujan ini, Miftah juga mengingatkan kepada jemaah untuk senantiasa menjaga alam dan lingkungan. Hal itu merupakan perintah Allah SWT yang disampaikan dalam Al-Quran.

“Sebagai Muslim, kita wajib menjaga alam, wajib menjaga lingkungan. Kita tidak boleh berbuat zalim dengan melakukan perbuatan yang dapat menghambat mengalirnya air,” katanya.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *