oleh

Bendungan Pundong Butuh Perhatian Serius Pemerintah

-Daerah-95 views

PURWAKARTA, jurnalmedia.com,— Komisi VI DPRD Jawa Barat, prihatin ketika meninjau dan melihat langsung kondisi Bendung Pundong yang terletak di Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta. Memang usia Bendung Pundong kini sudah berusia diatas satu abad lebih (102 tahun) karena dibangunnya pada tahun 1914-1918. Untuk itu perlu perhatian serius oleh pemerintah.

“Bendung ini perlu perhatian serius,” demikian komentar anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jabar Daddy Rohanady kepada saat dihubungi faktabandungraya.com, terkait hasil kunjungan kerja Komisi VI DPRD Jabar ke Bendung Pundong-Purwakarta, Selasa (11/08-2020).

Dikatakan, Bendung yang terletak di Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta tersebut mengairi areal persawahan seluas 1.111 hektare. Adapun areal persawahan tersebut terletak di empat kecamatan , yakni Campaka, Bungursari, Kotabaru dan Jatisari.

Baca Juga  Sebanyak 1.118 KPM Desa Kayu Bongkok Terima BST Tahap VI

Di hilir Bendung Pundong ada Situ Cibodas yangg luasnya sekitar 5 hektare. Dari bendung menuju situ jaraknya 7,2 kilometer. Sepanjang itulah saluran primer yang lebarnya lebarnya 4,5–5 meter. Debit airnya tak pernah kering. Dengan demikian, petani bisa menanam padi dua kali setahun.

Daro — sapaan — Daddy Rohanady menegaskan, “Bendungan ini sangat diharapkan dan pasti dirasakan manfaatnya oleh para petani. Dengan adanya bendungan ini, para petani merasa persediaan air untuk sawahnya bisa terpenuhi sepanjang tahun. Dengan demikian, sawah-sawah mereka per tahun minimal bisa 2 kali,” ujar dewan asal daerah pemilihan Cirebon-Indramayu tersebut.

Lebih lanjut, politisi Gerindra ini berharap agar banyak bendungan lain di wilayah Jabar debit airnya bisa seperti ini. Sayangnya, pintu airnya tidak bisa lagi dinaik-turunkan secara leluasa. Pintu bensinya sudah melengkung.

Baca Juga  Desa Kiara Payung Salurkan BST Tahap 6

Daddy menyayangkan kondisi tersebut. “Saya cukup prihatin. Bagaimana mungkin bisa memperbaiki pintu air besi yang rusak jika pada APBD murni 2020 hanya dianggarkan Rp 134 juta. dari APBD?” ujarnya.

Kalau air untuk sawah tersedia, pasti petani menjadi lebih sejahtera. Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar pun pasti meningkat. Dengan demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar pun pasti meningkat,

“Kalau IPM meningkat, logikanya, mestinya Indeks Kebahagiaan juga naik. Jadi, nantinya masyarakat Jabar akan merasa bahwa visi Gubernur Ridwan Kamil ingin mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin bukan sekadar isapan jempol belaka. Jadi, mereka akan merasa bahwa visi tersebut benar-benar menjadi sebiah komitmen, bukan komat-kamit temen,” pungkasnya.

Komentar