oleh

Bertahan Ditengah Pandemi Sang Penjual Buah Potong

Bandung, Jurnalmedia.com — Pandemi Covid-19 yang dialami dunia saat ini membuat jutaan orang terdampak bahkan penurunan ekonomi menjadi salah satu dampak yang dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia tak terkecuali di Indonesia.

Dampak ekonomi akibat pendemi ini sangat dirasakan sekali oleh salah satu warga Kopo kota Bandung, Andri (35). Pasalnya, sebagai salah seorang penjual buah potong keliling dari gang satu ke gang lainnya dirinya harus memutar otaknya agar bisa tetap menghidupi keluarga kecilnya.

Menurut Andri, penghasilan yang didapat sebelum pandemi melanda dengan menjual dagangannya ia bisa mengahasilkan uang sekitar Rp.250.000 hingga Rp.300.000 dalam satu hari namun sejak adanya penyebaran covid-19 yang terjadi di kota Bandung ia mengaku hanya bisa menghasilkan uang Rp.100.000 dalam satu hari.

Baca Juga  Ema Pastikan Timsus Fokus Awasi Pelaksanaan Prokes

“Sejak adanya covid, dagangan saya hanya bisa menghasilkan seratus ribu saja dalam satu hari, mungkin orang yang mau belinya juga takut keluar rumah,” ucap Andri kepada jurnalmedia.com, Jum’at (30/10/2020).

Tak hanya itu, menurut Andri dengan penghasilan yang terus merosot dirinya harus tetap survive (bertahan) karena keluarga kecilnya harus tetap ia hidupi. Dirinya tak mau mengandalkan orang lain selama dirinya mampu ia akan melakukan apa saja buat keluarganya.

“Bagi saya mah nu pentingmah halal (yang penting halal.red) selama saya masih dikasih rejeki ya itu yang harus saya terima, bahkan dengan adanya pendemi ini saya harus tetap bisa bertahan demi keluarga saya,” ucapnya.
Ditambahkan Andri, dirinya masih bisa bersyukur dengan penghasilan yang didapatnya meski harus memutar otak agar uang yang ia hasilkan bisa mencukupi kehidupan ia bersama anak dan istrinya.

Baca Juga  Sebanyak 10 dari 415 Orang Lulus Seleksi Pimpinan Baznas Kota Bandung

Perjuangan seorang penjual buah potong seperti Andri harus dicontoh yang bertahan ditengah pandemi, Andri merupakan satu dari ribuan bahkan jutaan orang yang terdampak langsung oleh pandemi. Tidak sedikit orang yang putus asa dengan penghasilannya yang merosot, bahkan ada yang nekat berbuat kriminal untuk bisa menghidupi keluarganya.

(Tan)

Komentar