oleh

Dari Aktifis Jadi Wakil Rakyat, Ali Ingin Dorong Pengembangan Sektor Pariwisata

Bandung, jurnalmedia.com – Ali Rasyid dikenal sebagai aktifis yang mudah bergaul dengan semua lapisan masyarakat. Lahir di Tasikmalaya, kiprahnya dalam dunia organisasi dimulai sejak duduk di bangku sekolah. Hal tersebut dibuktikan Ali, ketika ia memutuskan untuk aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII).

Tak hanya aktif, Ali pun memulai karir keorganisasiannya mulai dari tingkat pengurus daerah sampai pengurus besar. Capaian tersebut merupakan hasil dari kecintaannya pada dunia organisasi, yang pada akhirnya mengantarkan Ali kepada posisi saat ini sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) periode 2019-2024 Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XV (Kabupaten/Kota Tasikmalaya).

Sebelumnya ia tercatat sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Galuh Ciamis, namun kemudian memutuskan hijrah ke Universitas Paramadina Jakarta dan memilih Jurusan Filsafat. Setelah selesai menuntaskan jenjang pendidikan S1, Ali memutuskan melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Politik di Universitas Nasional Jakarta.

Pada 2012, secara resmi Ali Rasyid bergabung di kepengurusan DPP Partai Gerindra yang ketua umum partai pada saat itu masih dijabat almarhum Prof Suhardi, dan pertengahan 2016 hingga sekarang ikut memperkuat di kepengurusan DPD Partai Gerindra Jabar. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jabar dan khususnya masyarakat Kabupaten/Kota Tasikmalaya atas hasil capaian partai berlambang kepala garuda tersebut menjadi partai pemenang pada gelaran Pemilu Serentak 2019 di Jabar.

“Alhamdulillah pada Pemilu 2019 ini Partai Gerindra menjadi partai pemenang utama di tanah pasundan ini. Apalagi di Kabupaten/Kota Tasikmalaya sebagai pemecah rekor karena berhasil merebut kursi Ketua DPRD, mengantarkan dua kursi DPRD Jabar dan tiga kursi DPR RI,” kata Ali.

Ali bercerita, saat masa kampanye ia banyak bertemu dan berdialog dengan masyarakat mengenai permasalahan krusial yang dihadapi masyarakat di Jabar. Dari hasil terjun langsung dari kampung ke kampung, Ali menyebut banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan, minimnya infrastruktur kesehatan apalagi di daerah-daerah yang jauh dari kota, seperti di Tasikmalaya Selatan, infrastruktur pendidikan dan akses pendidikan perguruan tinggi, pengembangan pendidikan keagamaan, olahraga, pertanian, dan permasalahan sosial masyarakat lainnya.

“Masalah-masalah tersebut tentu tidak bisa ditangani oleh seorang anggota dewan, perlu kerjasama semua pihak terutama para pengambil kebijakan. Inshaa Allah saya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat ini dengan sangat serius, apalagi yang terkait langsung dengan komisi saya saat ini, mudah-mudahan bisa lebih cepat ditangani,” ucapnya.

Ali menambahkan, pihaknya berkomitmen dalam masa jabatan lima tahun kedepan akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperjuangkan aspirasi rakyat khususnya masalah-masalah di Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

“Butuh perjuangan dan kesabaran karena semua ada mekanismenya jangan sampai melanggar hukum,” ujar Anggota Komisi V DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra tersebut.

Saat ini, Ali Rasyid tercatat sebagai anggota Komisi V DPRD Provinsi Jabar. Komisi V membidangi Kesejahteraan Rakyat, meliputi Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Industri Strategis, Ketenagakerjaan termasuk perlindungan TKI, Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Agama, Sosial, Kesehatan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Transmigrasi serta Penanganan Penyandang Cacat dan Anak Terlantar.

Dorong Pengembangan Sektor Pariwisata

Lebih lanjut Ali mendorong, ingin adanya upaya perbaikan destinasi pariwisata di Tasikmalaya. Ia optimis, dengan perbaikan atau modernisasi destinasi wisata Tasikmalaya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Tasikmalaya.

“Kami juga ingin mendorong perbaikan destinasi pariwisata supaya lebih modern seperti Kawasan Cipanas Gunung Galunggung, Pantai Cipatujah dan Situ Gede Mangkubumi. Kalau wisatawan banyak yang datang ke Tasik otomatis akan menggenjot roda perekonomian masyarakat, produk-produk khas Tasik juga bisa dipromosikan lebih cepat,” katanya.

Selain memiliki potensi pariwisata, menurut Ali Tasik pun memiliki potensi lainya khususnya di produk-produk fasyen, kerajinan tangan, dan kuliner. Seperti busana muslim, kerajinan tangan Rajapolah, dan kuliner khas Tasik TO (Tutug Oncom) serta bakso.

“Banyak teman yang bilang bakso Tasik paling ngeunah se-dunia, ini kan potensinya jelas-jelas sudah ada, tinggal para pengambil kebijakan memiliki itikad yang sungguh-sungguh, serta punya inovasi dalam upaya mewujudkan pembangunan daerah yang pro rakyat,” pungkasnya.

Dg

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya