oleh

Diduga Lakukan Penipuan, Kepala Desa Bojongsari Disomasi Warganya

BANDUNG, jurnalmedia.com — Salah seorang warga desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, melakukan somasi kepada oknum Kepala Desa Bojongsari,  AS. Langkah Somasi ditempuh karena Kepala Desa dianggap melakukan one prestasi (penipuan) dan tidak memenuhi komitmen awal penggunaan/peminjaman dana sebesar Rp 300 juta rupiah.

Korban Dadan bersama tim pengacara telah melakukan somasi kepada AS sejak tanggal 15 Januari 2021 yang dikirim ke kantor Desa dan Rumah pribadi dari kepala desa tersebut.

menurutnya, bahwa oknum Kepala Desa tersebut telah berbohong dan tidak sesuai komitmen perjanjian. Padahal, kata Dadan, niat dirinya meminjamkan uang sebesar 300 Juta murni sebagai warga membantu pihak desa.

“Awalnya Kepala Desa tersebut meminjam dana untuk biaya mengurus proses penjualan dan atau pemindahan tanah carik (pengamanan aset desa Bojongsari. red) yang berada di daerah Tegalluar,” bebernya.

Baca Juga  Aat Surya Safaat: Ada Lima Tokoh Nasional yang Menginspirasi Lahirnya SMSI

Namun, lanjut Dadan, bukannya dana pinjaman itu digunakan sesuai komitmen awal. Diduga malah digunakan untuk hal yang lain.

“Pada saat jatuh tempo tidak ada pembayaran yang ada hanya alasan, saya sudah coba komunikasi dengan perangkat desa (BPD) dan kecamatan. Ternyata tidak ada proses penjualan atau pengalihan lahan, bahkan cap desa diperjanjian pinjam meminjam pun ilegal digunakan, karena tanpa sepengetahuan sekretaris desa maupun BPD” tutur Dadan.

Ada 3 poin yang mana Dadan menduga Asep Sunandar melakukan Kebohongan ataupun berindikasi menipu. Pada tanggal 3 Januari 2021 Asep Sunandar di Whatsapp oleh Dadan untuk mengingatkan pembayaran, tetapi Asep Sunandar menginfokan akan ada pengikatan jual beli tanah carik tanggal 11 Januari 2021, berdasarkan pencarian informasi yang didapat tanggal 12 Januari 2021 yaitu kegiatan pengikatan jual beli tidak mungkin ada.

Baca Juga  Rawan Pencurian, Kades Sawojajar: Kita akan Tingkatkan Keamanan

Pada Saat ditagih Kembali tanggal 11 Januari 2021 Asep Sunandar berkilah Uang yang harus dikembalikan digunakan untuk proyek TPS. Namun setelah dicari tahu oleh Dadan, tidak ada proyek TPS yang menghabiskan dana 300 juta. Dadan meminta rincian nama penerima uang 300 juta dan samapi ditunggu 3 hari AS tidak dapat memberikan rincian penerima uang tersebut.

“Adapun bukti bukti chat Whatsapp sudah diamankan,” tegasnya.

Diceritakan Dadan, perjanjian pinjaman dana sebesar 300 Juta oleh Kepala Desa, dilakukan di awal Tahun 2020 silam. Pada waktu itu, ujar Dadan, melalui salahsatu kawannya (AB) yang juga sebagai petugas Desa Bojongsari menjembatani Kepala Desa untuk meminjam dana yang akan digunakan desa untuk proses penjualan dan atau pemindahan tanah carik (Pengamanan Aset Desa Bojongsari) yang berada di daerah Tegalluar

Baca Juga  HUT SMSI ke-4, Firdaus Ajak Anggota Kompak Sampaikan Informasi Membangun

“Tanpa pikir panjang dan karena untuk kepentingan desa, saya bantu meminjamkan dana tersebut,” ucap Dadan.

Dana sebesar 300 Juta Rupiah diberikan dalam 4 (empat) kali pemberian. Pertama, pada Tanggal 10 Januari 2020 senilai 100 juta, yang kedua pada Tanggal 24 Januari 50 juta; Ketiga Tanggal 14 Februari 50 juta, dan pemberian terakhir pada Tanggal 28 Februari 100 juta. Semua Kuitansi bercapkan Cap Desa.

Sesuai surat perjanjian peminjaman, dana tersebut akan dibayar atau dilunasi Tanggal 10 Januari 2021.

Red

Komentar

Berita Lainnya