oleh

Disdagin : Stok Masker, Antiseptik dan Gula Pasir Tetap Tersedia

-Regional-70 views

Bandung, Jurnalmedia.com – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah menyatakan stok kebutuhan warga di Kota Bandung tetap tersedia. Apabila terjadi kelangkaan, warga tak perlu panik lantaran hal itu bisa jadi hanya pengaturan penjualan saja.

Elly mengakui, saat ini ada tiga komoniditas yang paling banyak dicari warga. Ketiganya yaitu masker, antiseptik atau hand sanitizer dan gula pasir. Dia memastikan tiga komoditas tersebut tetap tersedia.

“Bukan berarti stok ini habis sama sekali, tapi mengatur supaya tidak ada warga yang menimbun atau belanja berlebihan. Ini menjaga agar tidak terjadi panic buying,” ucap Elly di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (19/3/2020).

Khusus untuk masker, Elly menyatakan saat ini terdapat 8 distributor yang memasok beragam produk masker ke Kota Bandung. Hanya saja, sekarang ini sengaja dilakukan pengaturan agar masker ini bisa mencukupi bagi masyarakat yang memang membutuhkan.

“Khusus masker ada 4 distributor memang stoknya menipis di apotek atau toko modern, tapi bukan habis sama sekali tapi diatur penjualannya. Oleh masing-masing manajemen toko agar setiap hari ada. Jumlahnya berapa dan jamnya disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.

Elly mengaku juga sudah berkoordinasi dengan PD. Pasar Bermartabat untuk mendata kepada para pedagang gula pasir di seluruh pasar tradisional di Kota Bandung. Nantinya, PD. Pasar Bermartabat akan bertindak sebagai “buffer stock” memasok gula pasir pada pedagang pasar tradisional dengan harga murah.

“Khusus gula putih ada kabar yang menggembirakan, kami sudah berkoordinasi dengan PD Pasar Bermartabat. Kami meminta untuk mendata pedagang gula pasir di masing-masing pasar. Berapa kebutuhan atau pasokan gula untuk memenuhi kebutuhan minimal per harinya? Nanti akan ada pasokan ke PD. Pasar,” ujarnya.

Sehingga, tambah Elly, mampu menekan harga jual gula pasir di pasar tradisional yang saat ini terpantau berada di angka Rp17.000 per kilogram, agar bisa menyesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) menurut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) RI yaitu Rp12.500 per kilogram.

“Gula putih itu kuota (impor) ditambah dan akan datang akhir Maret ini. Insyaallah awal April harga gula kembali ke normal. Kota Bandung akan mendapat prioritas karena sebagai ibu kota provinsi dan penduduknya cukup banyak,” paparnya.

Elly juga sudah meminta Asoasiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) melaporkan ketersediaan gula pasir secara berkala. Sehingga dapat diketahui jumlah stok gula pasir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bandung.

“Tadi pagi saya baru memonitor gudang Alfamart, stok aman dan tersedia,” ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Elly, Disdagin Kota Bandung juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada para pengusaha toko modern untuk membatasi penjualan sejumlah komoditas sembako. Untuk beras 10 kilogram, gula 2 kilogram, minyak 4 liter dan mie instan 2 dus pada setiap pembelanjaan.

“Kami yakinkan untuk kebutuhan pokok lainnya dalam kondisi aman dan tersedia. Tidak perlu berbelanja berlebihan karena betul-betul aman,” Elly menegaskan.

Tak lupa Elly juga meminta pengelola pasar modern dan pusat perbelanjaan agar turut mengindahkan imbauan dari pemerintah. Yakni memberlakukan “social distancing” di setiap tempat yang berpotensi terjadi kerumunan orang.

“Kepada pengunjung yang sudah belanja jangan berkumpul di depan gerai, harus segera pulang,” imbaunya.

Komentar

Berita Lainnya