oleh

DPRD Desak Gubernur Lockdown Jawa Barat

-Politik-336 views

“Dalam Ratas kemarin kami mengusulkan Jabar lockdown, karena langkah pemprov memberi insentif itu berarti pencegahan harus maksimal. Yang artinya, masyrakat siap lockdown dengan kesiapan pemerintah memberi insentif ekonomi.”

Bandung, Jurnalmedia.com – Penyebaran virus corona atau COVID-19 semakin meluas, termasuk di Jawa Barat. Per Kamis 26 Maret 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah komulatif pasien positif sudah mencapai 893 kasus dengan 78 orang meninggal dunia.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jabar, Haru Suandharu menyatakan, Pemprov Jabar akan memberikan bantuan insentif kepada warga terdampak virus corona.

“Pemprov akan memberikan insentif kepada warga terdampak sebesar Rp1 juta per kepala keluarga,” ungkapnya, Jumat (27/3/2020).

Haru menambahkan, dengan adanya kesiapan Pemprov memberi insentif kepada warga terdampak secara ekonomi, itu artinya langkah pencegahan harus ekstrim.

Salah satunya adalah desakan untuk menerapkan lockdown di Jawa Barat.

Usulan itu disampaikan dalam Rapat Terbatas bersama Gubernur Jabar, Ketua dan Pimpinan DPRD Jabar, Ketua Komisi dan Ketua Fraksi serta Banggar DPRD Jabar di Gedung Sate, Bandung, kemarin.

“Dalam Ratas kemarin kami mengusulkan Jabar lockdown, karena langkah pemprov memberi insentif itu berarti pencegahan harus maksimal. Yang artinya, masyrakat siap lockdown dengan kesiapan pemerintah memberi insentif ekonomi,” jelasnya. Karena itu, pihaknya meminta Walikota dan Bupati di Jawa Barat harus bisa menunjukkan kepemimpinannya.

“Memang ini jadi kewenangan pusat, tetapi jika sudah siap kenapa tidak melaksanakan lockdown,” paparnya.

Dampak dari penyebaran virus corona, sudah dialami supir taksi, angkot bahkan driver ojek online. “Dengan langkah pemberian insentif, masyarakat akan menerima jika harus lockdown,” terangnya.

Pelaksanaan rapid tes di Jabar, diakuinya bukan solusi mengatasi penyebaran wabah corona di Jabar. “Semakin hari terus meluas penyebarannya. Saya berharap usulan DPRD Jabar untuk lockdown Jabar ke Gubernur yang akan diteruskan ke pusat didengar,” harapnya.

Terkait dampak sosial ekonomi, dirinya meyakini bahwa semua anggota DPRD Jabar siap menambah anggaran jika diperlukan.

“Sejauh ini Rp18 triliun disiapkan. Jika memang dirasa kurang, kita siap mengalokasikan lagi. Dana penanggulangan diambil dari sejumlah proyek padat karya di Jabar,” pungkasnya.

red

Komentar

Berita Lainnya