oleh

Dispangtan: Saat Sembelih Hewan Kurban Jangan Ada Kerumunan

-Ragam-91 views

Bandung, Jurnalmedia.com — Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengimbau warga untuk tidak mendatangi lokasi penyembelihan hewan kurban saat Iduladha. Hal tersebut untuk menantisipasi penyebaran covid-19. Selain itu, panitia penyembelihan hewan kurban juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Kerumunan orang dan petugas penyembelih sangat dikurangi dan dibatasi. Masyakarat diimbau tidak mendatangi tempat penyembelihan hewan,” katanya Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

Menurutnya, pemotongan hewan kurban dilakukan secara terpusat dan dikoordinir oleh DKM ataupun kewilayahan.

Sehingga, kata Gin Gin, pendistribusian hewan kurban bisa lebih terkoordinir.

Para petugas penyembelihan dan pemotongan hewan kurban juga diimbau membawa alatnya seperti pisau, golok, dan kapak masing-masing dan tidak saling pinjam. Sehingga bisa menghindari penyebaran virus corona.

Baca Juga  Sejarah Singkat Nama Dago Kota Bandung

“Prosedur penyembelihan hewan kurban yang dilakukan tahun ini tetap sama dengan tahun sebelumnya. Hanya saja harus menerapkan protokol kesehatan sebagai antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Kendati demikian Gin Gin menyatakan masyarakat tak perlu terlalu khawatir. Selama melaksanakan protokol kesehatan maka masyarakat bisa terhindar dari penyebaran virus.

“Jangan takut dan jangan khawatir walaupun dalam masa pandemi bukan berarti kalau berkurban menjadi cikal bakalnya penyakit,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keamanan Pangan Ermariah memgatakan, masyarakat bisa memanfaatkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Ciroyom dan Cirangrang.

Kedua RPH tersebut akan melakukan penyembelihan hewan kurban hingga H+3 Iduladha.

“Masyarakat yang tidak sanggup menyediakan penyembelihan sesuai protokol kesehatan dapat mendaftar ke RPH,” katanya.

Baca Juga  Pemkot Bandung Kembangkan Pertanian Terintegrasi

Salat Iduladha
Kepala sub Bagian Sosial Keagamaan Nasrulloh Jamalludin mengatakan, penyelengga Salat Iduladha harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan kewilayahan paling lambat 4 hari sebelum pelaksanaan.

“Penyelenggara harus melampirkan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan protokol kesehatan maksimum,” katanya.

Menurutnya, hal itu untuk menghindari terjadinya kasus baru penyebaran Covid-19.

Red

Komentar