oleh

Balkot Bandung ‘Diserang’ Pedagang Batagor dan Seblak

JURNAL MEDIA, BANDUNG — Balai Kota Bandung ‘diserang’ pedagang batagor dan seblak. Para pedagang tersebut datang ke Balai Kota dalam rangka dalam rangka mengikuti “Bandung Seuhaahh, Parade Batagor, Seblak, dan Kuliner Kota Bandung”.

Kegiatan “Bandung Seuhaahh, Parade Batagor, Seblak, dan Kuliner Kota Bandung”digelar sebagai upaya memulihkan perekonomian dan rangkaian Hari Jadi ke-211Kota Bandung (HJKB) ke-211.

Acara tersebut merupakan Kegiatan Promosi Bagi Pedagang kaki Lima (PKL) kuliner Binaan Satgasus PKL Kota Bandung yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung dalam bentuk pameran kuliner. Batagor dan seblak tersebut juga dibagikan untuk 5 Panti Asuhan melalui Gojek.

Pada kesempatan tersebut ada juga pemberian kompor kepada para PKL kuliner dan pemberian BPJS Ketenagakerjaan yang digratiskan pada 3 bulan pertama sebagai asuransi jika terjadi kecelakaan terhadap PKL saat berjualan.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah beserta wakilnya Yunimar Mulyana, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bandung, Cici Ema Sumarna, serta beberapa Kepala Dinas juga turut hadir dan mencicipi kuliner pada kegiatan tersebut.

Baca Juga  Resmi Dilantik, Freddy Kembali Menjabat Ketua Gibas Kota Bandung

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pemulihan ekonomi di Kota Bandung yang saat ini telah berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

“Kita coba tingkatkan kuliner dan fesyennya dengan berbagai upaya. Contohnya untuk kuliner sudah dimulai dengan seperti ini. Kemarin juga fesyen (Pasar Kreatif dan Bandung Week Market di Bali) dari target omzet P6 miliar di beberapa mal sudah tercapai. Termasuk yang di Bali 6 hari bisa dapatkan Rp1,05 miliar,” katanya di Balai Kota Bandung, Minggu 24 Oktober 2021.

“Ini dalam rangka mendongkrak dan memotivasi UMKM, sudah saatnya bergeliat kembali,” ucap Oded.

Namun dengan relaksasi PPKM Level 2, Oded tetap mengingatkan, kegiatan ekonomi atau kegiatan lainnya, warga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Baca Juga  Anthony Hamzah Kembali Terpilih Sebagai Ketua Kopsa-M Riau

“Kita harus sadar bahwa pandemi Covid-19 ini masih ada, walau pun di level 2. Seiring dengan relaksasi yang ada, tetap pengawasan ditingkatkan. Tapi yang terpenting harus jaga protkes,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas KUKM, Atet Dedi Handiman mengatakan, dengan adanya Bandung Seuhaahh ini merupakan promosi bagi PKL khususnya batagor dan seblak.

Menurutnya, ada 20 pedagang yang terdiri dari 15 batagor dan 5 seblak, serta kuliner lain pada gelaran Bandung Seuhaahh. Pelaku usaha tersebut sebelumnya telah dikurasi, seperti batagor yang kemungkinan di atas 200 pedagang dipilih menjadi 15 pedagang.

“Karena batagor khas Kota Bandung, harus kita angkat. Pedagang di sini yang dianggap unggulan, masukan dari koordinator PKL,” katanya.

Atet pun menyampaikan para pedagang tersebut selama pandemi Covid-19 ini cukup lama tidak membuka usaha, bahkan hingga ada yang kompornya macet. Sehingga pada acara tersebut dirangkaikan dengan pemberian bantuan berupa kompor kepada para PKL.

“Kita berkolaborasi dengan Gojek, BPJS, memberikan bantuan berupa kompor gas dan bantuan 3 Bulan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Baca Juga  Terkait Sistem Pengawasan Keuangan Negara, BAKN DPR RI Kunjungi OAG Kenya

“BPJS ini nanti ada sekitar 400 pelaku usaha PKL yang diberikan bantuan 3 bulan untuk BPJS Ketenagakerjaan. Jadi pada saat mereka melakukan tugas perseorangan bukan badan usaha, kalau mengalami tapi mudah-mudahan tidak, seperti kecelakaan itu dilindungi BPJS,” lanjutnya.

Selain itu, Dinas KUKM juga mengenalkan cashless payment dari Link Aja kepada para PKL. Sebelumnya sudah dilakukan kepada PKL di Cicadas, namun belum optimal.

“Sekarang kita berkerja sama dengan Telkomsel. Sehingga dengan adanya PPKM pun, mereka diharapkan tetap ada transaksi,” katanya.

Atet menambahkan kegiatan Bandung Seuhaahh ini hanya digelar satu hari, agar pedagang tidak meninggalkam lapaknya terlalu lama, dan kegiatan ini pun dinilai sebagai “pemanasan” untuk kegiatan ke depannya.

“Ke depan ada acara lagi yang akan diselenggarakan lebih matang. Ini semacam pemanasan, bisa saja seluruh Balai Kota dipenuhin kalau tidak ada pandemi,” imbuhnya.

***

Komentar

Berita Lainnya