oleh

Globalisasi Ekonomi, Fauzan: GMBI Harus Peka Terhadap Kondisi Bangsa

-Ragam-745 views

Bandung, jurnalmedia.com – Perjuangan Lembaga Swadaya Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) tidak boleh keluar dari rule (aturan) yang telah ditentukan organisasi. Sikap ini dilontarkan Ketua Umum DPP LSM GMBI, Moh Fauzan Rachman SE dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Senin (13/1) hingga Selasa (14/1).

Rakernas dihadiri seluruh distrik dan wilter GMBI seluruh Indonesia. Rakernas kali ini mengusung tema “Ciptakan Jati Diri GMBI di Tahun 2020”. “Sejumlah hal yang harus kita luruskan di GMBI. Semoga Rakernas ini menghasilkan kader anak bangsa yang bermoral, pintar, solid, dan berani, tapi juga memenuhi keilmuan tentang GMBI,” tandas Fauzan.

Fauzan menambahkan, ada beberapa yang harus dihasilkan dalam Rakernas. Pertama, kata Fauzan, keilmuan dan pemahaman tentang GMBI. Selanjutnya bagaimana upaya arah dan tujuan GMBI kedepan, berarti kami akan membahas program kerja jangka pendek, menengah, dan jangka panjang tentang schedule (jadwal) yang pasti untuk program GMBI kedepan.

Ketiga, lanjut dia, GMBI harus menentukan dimana tempat ulang tahun ke-18 GMBI akan dilaksanakan. Selain itu, kata Fauzan, ada yang lebih penting dengan kondisi globalisasi secara ekonomi yang dipandang sangat mengkhawatirkan.

Oleh sebab itu, dalam Rakernas ini harus menciptakan jati diri, sehingga kedepan GMBI memandang permasalahan ekonomi ini secara serius. Ia berharap seluruh keluarga besar GMBI menjadikan koperasi sebagai menjadi tulang punggung perekonomian di GMBI.

“Soko guru perekonomian di Indonesia adalah koperasi. Karena itu, akan dikembangkan koperasi sebagai perekonomian GMBI. Ini bertujuan agar koperasi berkeadilan. Dalam prinsip-prinsip keadilan ini akan terasa oleh seluruh keluarga besar GMBI dengan artian tidak ada ketimpangan,” beber Fauzan.

Sementara arah politik GMBI pada 2020 ini, menurut Fauzan, tidak ada perubahan dan biasa saja, karena GMBI memiliki sikap mandiri dan tidak berafiliasi dengan kelompok manapun. Tetapi, kata dia, sikap politik di GMBI diputuskan dalam Rapat Pimpinan (Rapim), karena banyak keluarga besar GMBI juga maju sebagai salah calon wakil kepala daerah. “Sikap itu kita dorong, tetapi melalui Rapim. Terjun ke dunia politik harus duduk dan bermusyawarah bersama sama,” tandasnya.

Tak hanya itu. Kasus korupsi dan bencana alam juga dibahas dalam Rakernas ini. Keluarga besar GMBI diinstruksikan tegak lurus dalam menyampaikan dan menyoroti tindak pidana korupsi di tanah air.

“Tak hanya masalah korupsi, bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi di beberapa daerah, keluarga besar GMBI juga mempersiapkan diri melalui tim Tagana yang sudah didirikan tahun 2018,” tambah Fauzan.

Adanya persiapan dalam menghadapi bencana alam ini, sebagai bukti nyata keluarga besar GMBI berada ditengah masyarakat yang terkena musibah. “Harapan saya selaku Ketua Umum DPP LSM GMBI dari hasil Rakernas GMBI tahun 2020 ini bisa memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara, agar keluarga besar GMBI bisa ikut merasakan baik tentang ekonomi dan sosial,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Distrik GMBI Kota Bandung, Moch Mashur (Abah) merespons positif rencana pembentukan koperasi untuk keluarga besar GMBI. Abah mengibaratkan GMBI sebagai manusia yang sudah tumbuh dewasa, sehingga harus mampu menjalankan konsep keuangan, yaitu mendirikan koperasi.

“Kita harus usaha sendiri, harus mengurus lembaga agar bisa berdaya saing. Kita harus fokus membesarkan koperasi agar bisa menghasilkan dan mewujudkan apa yang kita harapkan,” tegas Abah.

Dg

Komentar

Berita Lainnya