oleh

Kadri Amin Minta Pemerintah Cabut Syariat Islam di Simeulue, dan Bangun Lokalisasi

Simeulue,Jurnalmedia.com – Pemerhati Pariwisata Kabupaten Simeulue, juga seorang Jurnalis di salahsatu media online di Aceh, Kadri Amin, mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue membuka diskotik dan Bar tahun ini, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2020.

Ia juga berharap Bupati Simeulue berani menyampaikan kepada Menteri Pariwisata dan Presiden Jokowi agar Pulau Simeulue dijadikan pulau Pariwisata yang berkelas dunia dan dijadikan kawasan lokalisasi.

” Iya Bupati Simeulue, Erli Hasim, harusnya berani meminta kepada Menteri Pariwisata Wisnutama dan Presiden Jokowi, agar Simeulue ini dijadikan Kabupaten bebas Syariat Islam di Aceh, Syariat Islam di Simeulue cabut saja,” cetus kadri yang juga alumni TAPLAI LEMHANNAS RI itu.

Menurut Kadri, harusnya tahun 2020 ini bisa dilakukan untuk pembangunan tahap awal seperti Diskotik dan Bar karena potensinya cukup besar untuk bisa meningkatkan PAD dari dunia Pariwisata apalagi ada kawasan lokalisasi.

“Anda bayangkan ketika jelang pergantian tahun kemaren, mungkin ribuan orang Aceh termasuk orang Simeulue pergi keluar daerah menghabiskan uang, hanya untuk menikmati tahun baru, ini peluang untuk Simeulue kedepan, Pulau ini akan indah jika pergantian Tahun Depan ada kembang apinya,” Tukasnya.

Kadri menambahkan bahwa dirinya tidak kaget jika ada orang yang suka dunia hiburan, apalagi dunia malam.

” Kita ini Jangan munafik lah, saya yakin diantara kita ada banyak yang suka dunia hiburan, apalagi dunia malam, tapi mereka malu-malu dan sok islami padahal brengsek juga,”. Tuturnya

Ketika ditanya terkait syariat islam yang berlaku di Aceh, kadri menjawab, sudah pesimis tegaknya syariat islam di Aceh apalagi di Simeulue. Bahkan kadri mengusulkan hukum syariat islam di simeulue dicabut saja.

“Lihat saja kasus video mesum yang diduga Bupati Simeulue, Erli Hasim, toh tidak diproses juga kan? mana syariat Islamnya? Kan gak ada”. Ujarnya

Bahkan kadri juga menyebutkan kasus mesum lainnya yang saat ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Sinabang pun belum dieksekusi.

” Coba lihat kasus mesum di Desa Busung Indah, sampai saat ini tidak ada dieksekusi juga kan? Malah mereka hidup bersama sekarang, udahlah bro bangun saja Diskotik dan Bar saya pikir itu solusinya untuk bisa sejahtera”. Tutupnya

Untuk diketahui Kadri Amin, selain aktif menulis di Media Online, juga salahsatu aktivis senior yang selalu kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Jika dilihat dari Profilnya, Kadri Amin menyelesaikan sekolah di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta dan melanjutkan kuliah di Program CCIT Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tahun 2006 dan di PPM School Of Manajemen Jurusan Manajemen Bisnis Tahun 2010 di Jakarta. Namun, sayang kabarnya kadri hingga kini belum sempat menyelesaikan pendidikannya itu.

AR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya