oleh

Sembilan Tenaga Keamanan Diduga jadi Korban PHK Sepihak Gudang Rokok Esse

LAMPUNG UTARA, jurnalmedia.com – Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib yang dialami oleh 9 pemuda yang bekerja sebagai security (tenaga keamanan) disebuah gudang rokok yang berada di Desa Candi mas Kec. Abung Selatan, Lampung Utara, pasalnya mereka sudah bekerja selama 3 bulan namun tidak kunjung mendapatkan hak mereka (honor) sedangkan pihak perusahaan menjanjikan akan memberi gaji sesuai UMR sebesar 2,5 juta rupiah, namun yang terjadi justru 9 pemuda tersebut di berhentikan secara sepihak, dengan alasan perusahaan hanya mampu mempekerjakan tenaga keamanan yang berjumlah 11 personel, pihak perusahaan hanya mampu merekrut 2 personel saja.

Merasa mendapat perlakuan tidak adil, 9 tenaga scurity inipun melakukan upaya untuk menyelesaikan secara persuasif dengan pihak perusahaan, namun sudah 2 bulan berlalu, belum juga ada titik terang, akhirnya 4 dari 9 tenaga kerja tersebut menyambangi biro jurnalmedia.com Lampung di jalan pahlawan, untuk mengadukan kronologi tersebut, Sabtu (11/9/21).

Berharap bisa mendapatkan solusi dari pihak perusahaan, ke 4 pemuda tersebut mulai menceritakan kronologi yang mereka alami, Riski abung putra bercerita bahwa peristiwa tersebut bermula pada tgl 25 april 2021 lalu, dia ditawari pekerjaan scurity di sebuah gudang perusahaan rokok esse dengan gaji standar UMR (2,4jt – 2,5jt perbulan), bahkan dalam proses penerimaan selain diwajibkan membawa surat lamaran RS cs juga dikenakan uang seragam dengan jumlah yang bervariasi, RS (28) diminta uang seragam sebesar 4,5jt, AL (26) sebesar 4,5jt, RD (25) sebesar 7jt, SB (27) 4,5jt, KR (25) 7jt, HR (26) 7jt, AG 6jt, TD 6jt dan DD sebesar 7jt.

“Untuk dua rekan lainnya saya tidak tau persis dimintai uang seragam berapa, namun yang dua sampai sekarang masih bekerja, dan yang 2 sepertinya mereka sudah ada penyelesaian karena bulan Juli lalu sempet ada rembuk keluarga dengan jaminan 1 unit mobil Grand Livina dengan nopol B 1305 JIG. Namun sayangnya info terahir yang kami terima, pihak penyedia jasa keamanan hanya menyelesaikan untuk 2 orang saja, sedangkan kami (7sekuriti.red) tidak mendapatkan solusi baik dari pihak perusahaan maupun dari pihak penyedia jasa keamanan,” terang RS.

RD menambahkan, sudah 3 bulan mereka bekerja, tapi belum juga mendapatkan honor, bahkan menurutnya seragampun harus menjahit sendiri. “Kami berharap, semoga persoalan yang menimpa kami, bisa ada solusi dari pihak perusahaan,” harap RD.

Saat disinggung apakah mereka dipekerjakan secara resmi oleh perusahaan, RS cs melontarkan jawaban yang sama, bahwa mereka bekerja digudang rokok ESSE secara resmi.

“Kami selalu kordinasi dengan pak Nanah selaku manager perusahaan, dan kami juga ada group perusahaan tersebut, setiap kami aplus (lepas tugas) kami diwajibkan kirim poto ke group perusahaan, sebagai bukti kehadiran kami, artinya kami selama ini Diterima dan bekerja secara resmi di perusaaan tersebut,” jelas RS.

Sampai berita ini ditayangka, tim belum bisa terhubung dengan pihak perusahaan mengingat hari libur, namun besok (Senin 22/9/21) tim berencana akan segera menyambangi gudang perusahaan tersebut, untuk penelusuran lebih lanjut.

(Agus)

Komentar

Berita Lainnya