oleh

Meski Ditentang, Kadri Amin Bakal Desak Pemda Simeulue Kucurkan Dana Bangun Diskotik dan Bar

Simeulue,Jurnalmedia.com – Meski dikecam banyak pihak Aktivis senior yang juga berprofesi seorang jurnalis asal Simeulue, Kadri Amin, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial, kali ini kadri mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue segera mengalokasikan dana senilai Rp. 50 Milyar untuk pembangunan diskotik dan bar di Simeulue. Minggu 05/01/2020

Dalam keterangan pers yang diterima, Diharapkan Kadri dengan dibangunnya diskotik tersebut akan membuka peluang kerja untuk masyarakat dan akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Simeulue. “Jika Diskotik dan Bar itu dibangun Pemda, di era Bupati Erli Hasim ini, PAD kita bisa mencapai Dua hingga Tiga Triliun per tahun,”. Jelas Kadri

Hal itu disampaikan kadri, karena melihat karakteristik oknum pejabat di simeulue yang cenderung lebih suka dengan dunia hiburan dan esek-esek.

“Lihat tuh Dugaan Video Mesum Bupati Simeulue tidak ada yang menentang, sepertinya semua pihak menganggap video mesum ini Legal dan tidak ada masalah, jadi kita legalkan saja semuanya, buka aja Diskotik dan Bar di Simeulue,”. Ujar Kadri

Menurut kadri, apalagi hingga kini tidak ada Kepastian hukum terkait Dugaan video Mesum Bupati Simeulue, termasuk dua pasang mesum yang tertangkap di Desa Busung Indah, hingga kini belum eksekusi.

Kadri menambahkan, selama ini ulama dan para ustadz di Simeulue cendrung diam dan memilih untuk tidak berkomentar terkait video mesum tersebut. Para Ulama juga Enggan mendesak penegak hukum segera menyeret pelaku Video Mesum itu di Cambuk.

“Saya menduga para oknum ustadz kita, berhutang budi sama bupati atau takut tak dapat jabatan/posisi basah, karena mereka banyak berprofesi ASN”. Lanjutnya

Lebih dalam kadri mengungkapkan, bahwa pihaknya juga sudah mencoba menemui Dinas Syariat Islam di Provinsi, melaporkan Video Mesum Bupati Simeulue ke Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Aceh, dan bahkan terakhir bertemu langsung dengan Yang Mulia Wali Nanggroe untuk mengutarakan hal yang sama.

Namun, hingga saat ini tidak ada respon sama sekali.” Jadi kami ini harus mengadu kemana lagi? Kami orang Simeulue tidak ada nilai sama sekali jika ke provinsi, mungkin karena suara kami kecil pada saat pilkada, sehingga tidak begitu diperhitungkan”. Jelas kadri dengan nada kecewa

Dia juga berharap pemerintah pusat segera mencabut status Syariat Islam di Simeulue dan menjadikan Simeulue sebagai lokalisasi berkelas dunia melalui Peraturan Presiden.

Kadri juga berencana akan melayangkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi, dan jika diijinkan dia akan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi untuk menyampaikan perihal Qanun Syariat Islam di Aceh agar ditinjau ulang, karena terkesan tidak adil dan lebih cenderung menzalimi rakyat kecil.

” Selama ini yang terjadi di Aceh jika masyarakat kecil langsung di cambuk, tapi giliran Pejabat Alasan penegak hukum banyak, yang berujung pelakunya tidak dihukum. Contohnya kasus dugaan video mesum Bupati Simeulue, Erli Hasim, sampai saat ini tidak ada kesimpulan kasusnya”. Katanya

Kadri juga sudah tidak berharap kasus video mesum ini diproses, apalagi mendesak para penegak hukum di Aceh, termasuk para pejabatnya. Dia dapat memaklumi jika mungkin dirinya berbeda pandangan dengan para pejabat di daerah itu terkait video mesum tersebut.

“Udah gak terlalu berharap banyak diselesaikan secara hukum syariat. Kita fokus saja mengupayakan Cabut Syariat Islam di Simeulue ke Presiden, yaa wajar aja lah mungkin bagi mereka video itu biasa saja, gak terlalu besar pengaruhnya”. Tuturnya

Sementara itu dukungan untuk kadri Amin terus mengalir, salahsatunya dari Mantan Anggota Komisi III DPR-RI, Anhar Nasution.

Anhar mendukung langkah Kadri Amin, agar dibuatkan saja Diskotik dan pariwisata bertaraf Internasional daripada Menggunakan Syariat Islam setengah-setengah, apalagi tebang pilih.

“Ketika terkena Pejabat dan Antek-anteknya hukum syariat tumpul. Namun pas kena masyarakat bawah langsung bereaksi” Ujar Anhar

Anhar juga menanyakan peran Ulama selama ini di Simeulue yang diam melihat kondisi yang ada.

“Apa peran Ulama, apa berani bicara? Diam Seribu Bahasa, jadi wajar kalau ada generasi muda kritis seperti Kadri Amin,” komentar Anhar dalam WAG Himas Nusantara.

Ar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya