oleh

Bank BPD BJB peringkat 14 sebagai Bank Dengan Aset Terbesar

Dirut BJB, Ahmad Irfan saat Menerima Penghargaan di Hotel Shangrila Jakarta, Selasa (11/07/17).

Jakarta, JurnalMedia.com –  Bank bjb yang telah lama melantai di pasar bursa sejak 8 Juli tahun 2010 kini kembali meraih penghargaan dari Majalah SWA, tak tanggung-tanggung 2 penghargaan. Dengan kode emiten BJBR ini yaitu peringkat ke-9 di Indonesia The Best Public Companies Based on WAI (Overall) 2017 dan peringkat ke-4 di Indonesia The Best Public Companies Based on WAI, Kategori Industri Bank pada ajang Wealth Added Creator Award yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan Stern & Co.

Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan yang diserahkan oleh Chairman and Group Chief Editor Kemal Effendi Gani dan Chief Editor SWA online Deputy Chief Editor SWA Magazine Kusnan M. Djawhir di Hotel Shangri-la Jakarta, Selasa (11/07).

Wealth Added Creator Award ini merupakan kali ke-14 dalam penyelenggaraannya yaitu suatu awarding ceremony diperuntukkan bagi perusahaan yang masuk dalam Top 26 Wealth Added Index 2017 dari 100 perusahaan yang masuk dalam SWA 100 dengan hasil WAI-nya positif.

Baca Juga  Jelang Ramadhan, Kapolres Bersama Forkopimda Tubaba Cek Komoditi Ketersediaan Bahan Pokok

WAI (Wealth Added Index) yaitu sebuah metode untuk mengukur total arus kekayaan selama satu periode tertentu (arus kas untuk pemegang saham yang berasal dari kenaikan nilai pasar ekuitas, dividen dan pembelian kembali saham, serta nilai bersih dari penerbitan ekuitas baru) di atas tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dari nilai pasar ekuitas perusahaan saham.

Metode WAI ini digunakan oleh para investor maupun manajaer investasi di berbagai kantor bursa efek sebagai pedoman yang relevan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan.

Dalam hal ini 100 perusahaan peringkat terbaik tersebut dipilih berdasarkan kapitalisasi terbesar yang dihitung kurun waktu 2006-2016 peride laporan. Sedangkan data yang berhubungan dengan pasar disadur dari Bloomberg, sedangkan cost of equity dihitung dengan metode WAI.

Baca Juga  Jelang Ramadhan, Kapolres Bersama Forkopimda Tubaba Cek Komoditi Ketersediaan Bahan Pokok

Selain itu BJBR merupakan salah satu emiten yang bergerak di industri jasa keuangan khususnya perbankan, dimana saat ini bank bjb tercatat sebagai bank yang memiliki aset ke-14 terbesar di Indonesia. Saham BJBR telah mengalami kenaikan dari sebesar Rp. 600,- per lembar saham menjadi sebesar Rp. 2.040,- per-penutupan perdagangan Jumat 7 Juli 2017 lalu. Hal ini menunjukan cemerlangnya kinerja bank bjb dari waktu ke waktu.

Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, mengatakan hingga Semester 1 tahun 2017 kinerja keuangan bank bjb terus mengalami pertumbuhan signifikan bahkan berada diatas rata-rata pertumbuhan industri perbankan Indonesia.

“Dengan menjadi perusahaan terbuka, kami terus termotivasi untuk memberikan kinerja terbaik sehingga bank bjb senantiasa memberikan nilai tambah bagi para shareholder maupun stakeholder-nya” ucapnya.

Baca Juga  Jelang Ramadhan, Kapolres Bersama Forkopimda Tubaba Cek Komoditi Ketersediaan Bahan Pokok

 

Tan

Komentar