Bandar Lampung, Jurnarmedia.com – Dianggap tidak becus dalam mengungkap kasus kematian mantan sopir bupati lampung utara Almarhum Yogi Andika, ibunda lakukan aksi tidur dijalan dengan menggunakan tenda di tugu Adipura Bandar Lampung, Senin (07/01/19).
Demi mencari keadilan untuk anaknya yang sudah meninggal dunia akibat dianiaya oleh oknum okmum orang dekat bupati Lampung Utara beberapa tahun yang lalu, orang tua almarhum Yogi sangat Mengharap bantuan hukum dari bapak Presiden Republik Indonesia joko Widodo agar mau melihat kasus kematian Anaknya
Dengan tatapan yang penuh harap, ibunda yogi andika terlihat antusias dalam mengikuti aksi yang diawalai dengan aksi long marcs yang dimulai dari masjid taqwa tanjung karang sampai ke bundaran tugu adipura. Isak tangis mengiringi aksi disepanjang jalan, mengingat betapa kejinya para pelaku pembunuh anak nya
Saat di kompirmasi di dalam tenda fitri (60) ibunda almarhum yogi andika mengatakan, “Mak cuma bisa berdoa kepada allah di setiap sujud supaya keadilan benar benar berpihak kepada rakyat kecil seperti mak,” ujar.
Dalam tuntutan tersebut, massa mendesak aparat penegak hukum (Polda Lampung. red) untuk segera mengungkap pelaku dan siapa Aktor intelektual dibalik kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Alm Yogi Andika secara transparan, masa juga meminta agar penyidik polda Lampung segera menangkap Arnol yang di duga saksi kunci pembunuhan Alm Yogi Andika
Ruswanto (32) orator aksi perwakilan dari LSM SAKRAL mendesak Polda Lampung untuk segera membentuk tim khusus (Timsus) pengawasaan dalam penyelidikan kasus kematian mantan supir pribadi bupati Lampung Utara, Yogi Andika.
Ditambahkannya bahwa sejatinya kasus yogi andika merupakan citra buruk bagi polda lampung yang terkesan lamban dalam mengungkap siapa pelaku dan siapa aktor intelektual, dibalik kematian yodi andika. Pungkasnya.
Ditempat yang sama Didi junaidi (40) perwakilan LSM anti korupsi Lampung meminta kepada Komnas Ham dan Kompolnas untuk turut serta mengawal kasus kematian almarhum Yogi Andika secara tuntas agar tidak ada lagi kejadian yang seperti ini lagi. Pernyataan sikap itu disampaikan langsung saat melakukan aksi Long march di Bandar lampung.
Suhaidin
Komentar