oleh

Pembelajaran Tatap Muka Belum Bisa Dilaksanakan di Bandung, Ini Alasannya

BANDUNG, jurnalmedia.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, saat ini pendidikan tatap muka belum tepat dilakukan. Pasalnya situasi dan kondisi masih belum memungkinkan.

“Meskipun sudah ada arahan dari pusat namun tetap kita harus memperhatikan banyak hal. Nanti secara bertahap kita akan terus lengkapi apa saja yang dibutuhkan,” tutur Ema dalam acara Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menggelar Refleksi Akhir Tahun Pendidikan di Kota Bandung dengan tema “Merajut Harapan Menuju Pendidikan yang Berkualitas dan Accaesible di Masa Pandemi Covid-19” di Grand Tebu Hotel, Kota Bandung, Rabu 30 Desember 2020.

Sementara itu, Sekretaris Disdik sekaligus Ketua PGRI Kota Bandung, Cucu Saputra mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membangun kolaborasi dari berbagai stakeholder pendidikan.

Baca Juga  Ema Ajak Mitra Kecamatan Kampanyekan 5M

Harapannya bisa lebih meningkatkan kualitas pendidikan di tahun 2021.

Sekretaris Disdik Kota Bandung, Cucu Saputra

“Bukan mengevaluasi, tapi secara jujur posisi pendidikan hari ini seperti apa? Sehingga ketika ada ketidaksempurnaan bisa menjadi catatan-catatan perbaikan di tahun 2021,” terang Cucu.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi catatan penting, salah satunya yaitu dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Yaitu tentang upaya meningkatkan PJJ yang lebih berkualitas.

Pasalnya, kata Cucu, berdasarkan hasil FGD sebelumnya, tentang Persiapan Pembelajaran Semester Genap yaitu pihaknya akan merekomendasikan memperpanjang PJJ yang lebih berkualitas.

Kebijakan tersebut diambil karena saat ini Kota Bandung masih dalam zona resiko tinggi penyebaran Covid-19.

Baca Juga  Atalia: Pramuka Fokus di Bidang Pendidikan, Kesehatan, TI, dan Pangan

“Jadi memperpanjang PJJ, dengan catatan yang lebih berkualitas. Bukan membuat keputusan, tapi merekomendasikan,” tutur Cucu.

“Bahwa sejak awal, keselamatan anak yang utama. Karena berdasarkan data, penyebaran Covid-19 masih tinggi,” imbuhnya.

Menurutnya, PJJ yang lebih berkualitas yaitu harus meningkatkan mulai dari segi konten, akses, kompetensi guru, dan peran serta orang tua. Sebab semuanya tidak bisa berdiri sendiri secara parsial.

“Contoh tentang peran orang tua, ini harus semua pihak mendorong itu agar pendidikan itu peran-perannya terdistribusi secara baik,” terang Cucu.

“Ada pendidikan formal dan ada pendidikan informal. Pendidikan keluarga ini adalah pendidikan informal yang belum tersentuh secara optimal.”

“Dengan adanya situasi hari ini adalah triger untuk mendorong ke situ, bahwa pendidikan keluarga itu yang lebih penting di situasi saat ini,” lanjutnya.

Baca Juga  Atalia: Pramuka Fokus di Bidang Pendidikan, Kesehatan, TI, dan Pangan

**

Komentar

Berita Lainnya