oleh

Disdik Jabar Jalin Kerjasama Dengan Semua Kalangan

Bandung, JurnalMedia.com – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akan terus meningkatkan mutu pendidikan, terutama tingkat SLTA (SMA/SMK, Red.). Hal ini dilakukan supaya para lulusan SLTA dapat bersaing dalam lapangan kerja. Ke depan, lulusan SLTA –terutama SMK—tidak menjadi penyumbang angka pengangguran.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, mengatakan seiring dengan era globalisasi dan kemajuan teknologi, dibutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kemahiran. Untuk itu, Disdik Jabar akan melakukan berbagai terobosan dan meningkatkan kerja sama dengan berbagai dunia usaha dan industri. Dengan demikian, para lulusan SLTA –khsususnya SMK– di Jabar, begitu lulus, benar-benar sudah siap pakai, siap bersaing dengan memiliki keterampilan dan bersertifikasi sesuai dengan jurusannya.

“Sudah sesuai dengan harapan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, bahwa sejak alih kelola SMA/SMK ke provinsi pada awal Jaunuari 2017, Pemerintah Provinsi Jabar akan terus meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya, dengan melengkapi sarana-prasana pendidikan, baik berupa gedung maupun peralatan praktek,” kata Ahmad Hadadi, di  Bandung, belim lama ini.

Baca Juga  Porsenida ke XVIII Tingkat SMP/MTs Diikuti 64 Sekolah se Kabupaten Sukabumi

Terkait pembiayaan, kata Ahmad Hadadi, dapat dianggarkan dalam APBD Jabar maupun minta dukungan dari APBN atau meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha dan industri, seperti pihak dunia usaha industri menempatkan peralatan praktek di sekolah-sekolah

“Pada tahun 2017 ini, Disdik Jabar akan secara massif menjalin kerja sama dengan semua kalangan, baik dunia usaha maupun industry. Hal ini penting, agar lulusan SMK di Jabar selain mendapatkan STTB/ijazah, juga mendapatkan sertifikaf dari institusi yang berkompeten dan terakui,” ujarnya.

Dikatakan Kadisdik Jabar, sewaktu SMA/SMK masih di bawah Disdik kabupaten/kota, sebenarnya sudah cukup banyak lulusan SMK di Jabar diminati oleh bebera pelaku industry. Namun, tidak sedikit juga lulusan SMK tidak mampu bersaing dalam lapangan pekerjaan.

Baca Juga  Kampus Yasiro Gelar POM untuk kali Pertama

“Untuk itu, kita ingin lulusan SMK di Jabar benar-banar mampu bersaing dan memiliki ketrampilan. Bahkan kita sudah merancang pola pendidikan di SMK itu 30% teori dan 70% praktek, sehingga begitu lulus sudah memiliki keterampilan,” ujarnya.

Lebih lanjut Hadadi mengatakan, lulusan SMK di Jabar tidak hanya mempu bersaing dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, bahkan Gubernur Jabar mengistilahkannya “Jabar Mengembara”. Salah tujuan Jabar Mengembara itu adalah agar masyarakat Jabar yang akan bekerja di mana saja memiliki bekali lmu pengetahuan dan keterampilan.

“Selama ini masih cukup banyak migrant Jabar menjadi buruh kasar di berbagai provinsi maupun luar negeri. Untuk itu, kita akan berikan berbagai pengetahuan dan keterampilan selama bersekolah, sehingga ke mana pun mereka akan bermigran, benar-benar sudah memiliki bekal keterampilan dan kemampuan keahlian,’ ujarnya.

Komentar