oleh

Perjuangkan Hak Perempuan dan Keluarga Tujuan Utama Tia Muthiah Umar

-Politik, Regional-1.095 views

Bandung, Jurnalmedia.com – Gigih dalam membela hak perempuan dan ketahanan keluarga sebagai benteng untuk menangkal berbagai macam pengaruh digitalisasi menjadi tujuan utamanya. Apalagi berbagai media sosial (medsos) saat ini sedikit banyaknya mempengaruhi kehidupan umat sejagat raya.

Hal tersebut terkemuka saat Tia Muthiah Umar, perempuan tangguh kelahiran Bandung tanggal 4 Maret 1971, buah perkawinan pasangan Umar Ahmad dan Siti Maemunah (almarhumah) berkunjung dan silaturahim dengan pengurus PWI Pokja Kota Bandung dan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat, di Jalan Panaitan 23 Bandung, Rabu (20/2/2019).

Terdidik dalam keluarga muslim yang menekankan akan pentingnya terhadap sesama. Tak mengherankan kalau mantan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) ini mejadi sosok perempuan yang peka pada kebaikan, berwatak amanah, disiplin dan pekerja keras terutama dalam membela kaumnya.

“Benteng utama untuk menangkal berbagai pengaruh sosial adalah keluarga. Era medsos ini telah memaksa kita untuk lebih peka dalam menyikapi, menggunakan, maupun menangkal berbagai dampak negatif medsos bagi keluarga. Terutama anak, kita-kita yang sudah dewasa ini bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Tapi bagi anak, jika sudah terpengaruh dengan konten pornografi akan susah untuk memperbaikinya ketimbang pengaruh narkoba,”ungkapnya.

Menurutnya, tanggungjawab moral untuk internal keluarga adalah tanggungjawab kaum perempuan. Sehingga ketangguhan seorang ibu rumah tangga untuk membentengi keluarga dari berbagai pengaruh luar menjadi tanggungjawabnya. Sementara untuk para suami, mempunyai tanggungjawab yang lebih besar, selain memikul beban moril dan materil keluarga, juga menjaga stabilitas negara berdasarkan profesinya.

“Seorang ibu rumahtangga itu harus kuat dan peka terhadap berbagai pengaruh luar terhadap keluarga terutama anak,” tegas wanita yang kesehariannya ini menjadi dosen di Unisba hingga saat ini.

Hal inilah yang mendorongnya untuk melibatkan diri dan bergabung dengan berbagai organisasi pembela hak perempuan, diantaranya menjadi Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, Wakil Ketua Badan Kerjasama Wanita Islam Jawa Barat, serta pegiat sosial kemasyarakatan peduli pada permasalahan umat generasi bangsa. Sedangkan untuk organisasi yang berbau politik, ia juga pernah  menjabat sebagai Sekretaris Pansel Bawaslu Jabar.

Bahkan untuk lebih banyak berkiprah lagi memperjuangkan hak perempuan, keluarga serta mensejahterakan masyarakat, bangsa dan negara, ia berkeinginan untuk maju sebagai calon DPD RI. Hal ini menurutnya, merupakan pilihan politik untuk mewujudkan impian sekaligus tanggungjawab moral yang diembanya tersebut. Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya