oleh

Pertabal Iman dan Pengetahuan Dengan Sanlat di Bulan Ramadan

Bandung, JJurnalmedia.com – Ramadan merupakan kawah candradimuka bagi umat Muslim. Selama Ramadan, umat muslim ditempa meningkatkan kualitas hidupnya.

Tak hanya dengan berpuasa, umat muslim juga meningkatkan Kualitas diri dengan amal ibadah lainnya. Mulai dari salat tarawih, tadarus, hingga menunaikan zakat fitrah.

Selain itu,cara lain untuk menempa diri yaitu mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat). Sanlat memang telah menjadi salah satu tradisi yang ada setiap Ramadan. Kegiatan ini bahkan sering diadakan hampir disetiap sekolah dari jenjang SD hingga SMA.

Mengikuti sanlat tentu lebih baik dari pada menghabiskan waktu bermain gim, nonton tv, jalan-jalan di mal saat berpuasa. Atau bahkan dari pada berdiam diri di rumah tanpa kegiatan yang jelas.

Sanlat tujuannya menambah pengetahuan anak tanpa perlu pergi ke pesantren yang letaknya kebanyakan di luar kota. Cukup di tempat atau gedung tertentu, bahkan di masjid atau musola dekat rumah. Sehingga orang tua pun tak banyak khawatir dengan tempat si anak belajar.

Tujuan dari kegiatan pesantren kilat nantinya akan menghasilkan anak yang taat beragama, bermoral, cerdas, dan tanggung jawab, serta tangguh dalam menghadapi arus globalisasi. Melalui pesantren kilat anak-anak kita diharapkan bisa menjadi generasi Rabbani .

Kegiatan pesantren kilat ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari atau paling lama 2 pekan. Materi-materi yang disajikan seperti biasanya seperti baca tulis Alquran, sejarah Islam, fiqih, akhlak dan lain sebagainya.

Dalam Sanlat, anak-anak bakal memiliki pemahaman agama yang lebih baik. Kegiatan ini dapat menjadi tali kendali untuk kehidupan sehari-harinya. Sehingga anak-anak tidak terjerumus dalam pengaruh arus globalisasi yang dapat merusak moral.

Di Kota-kota besar seperti Bandung biasanya banyak Pesantren Kilat (Sanlat) di buka saat Bulan Ramadan tiba dan kebanyakan pula diadakan secara gratis. Namun ada juga yang berbayar.

Sejumlah Sanlat yang digelar di antaranya, Sanlat Gen-q Masjid Istiqamah (24-26 Mei) pesertanya kelas 4 SD-2 SMP. Ada juga sanlat yang digelar oleh Daarut Tauhid (23-26 Juni) atau Sanlat yang digelar oleh Yayasan Asy Syahiid (27-29 Mei).

Wargi Bandung tentu ingin putra-putrinya mendapat banyak pahala saat berpuasa Ramadan. Nah tak ada salahnya jika Ramadan ini, wargi Bandung mengajak putra-putrinya untuk ikut sanlat.

Sanlat selama 2-3 hari tentu bukan waktu yang lama. Namun di waktu yang singkat itu pun belum tentu menjamin anak-anak terlepas dari kecanduan gim PUBG.

Minimal kita berupaya untuk mencetak generasi Rabbani. Sehingga kita turut menjadi bagian mewujudkan Bandung Kota Agamis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya