oleh

Muscab Partai Demokrat Lampung Diwarnai Aksi Walk Out

JURNAL MEDIA, LAMPUNG — Muscab ke-IV Partai Demokrat di Bandar Lampung menuai protes keras dari sejumlah Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat Kabupaten Lampura yang dituangkan didalam surat penyampaian sikap buntut dari kedelapan hak suara yang dianggap tidak sah.

Aliansi DPAC Partai Demokrat Kabupaten Lampura menyatakan walk out (WO) dalam muscab ke-IV se-provinsi Lampung sebagai bentuk kekecewaan atas hak suara yang diduga tidak diakomodir.

Pernyataan sikap tersebut datang dari 13 DPAC yang ada di Kabupaten setempat. Mereka mengungkapkan kekecewaannya melalui surat yang disampaikan kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung dengan ditandatangani diatas materai.

Dalam isi surat tersebut, mereka merasa tidak ada keadilan dalam muscab yang dibuktikan dengan 8 suara DPAC tidak diberikan hak suara dan tidak diverifikasi oleh panitia penyelenggara. Dukungan suara yang dilabuhkan kepada Herwan Mega, salah satu calon ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lampura.

“Kami menyayangkan hal tersebut, seperti ada pengkondisian disana. Dalam pemilihan ketua DPC Partai Demokrat Lampura, ada 8 DPAC yang tidak diberikan hak suara. Atas dasar itu, akhirnya kami sepakat untuk walk out (WO) karena tidak sesuai dengan AD ART partai,” sesal salah satu kader Demokrat yang enggan disebutkan namanya, Senin, (21/03/2022).

Sementara itu, Yusrizal saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Muscab ini dirinya sengaja tidak mengikuti. Menurutnya pelaksanaan muscab ini tidak berdasarkan AD/ART partai dan terjadi inskonstitusi disana.

”Menurut kami pelaksanaan Muscab partai demokrat ini tidak benar, saya tidak mengikuti, termasuk pak Herwan Mega juga mundur,” kata Yusrizal.

Kedepan, sambung Yusrizal, Ia akan mengambil langkah untuk bermusyawarah dengan kader-kader demokrat lainnya guna menyikapi persoalan ini.

”Itulah alasan kita tidak mengikuti Muscab, saya tidak mendaftar karena saya tau akan terjadi seperti apa, karena banyak kejanggalan disana. Secepatnya kita akan bermusyawarah dengan kawan-kawan yang sudah berjuang dengan partai demokrat tapi hak mereka malah diabaikan,” tandasnya.

Terpisah, Wansori saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, meski dalam keadaan aktif, namun tak ada jawaban. Begitu pula dengan pesan Whatsapp yang dikirimkan, hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban.

(Agus)

Komentar

Berita Lainnya