oleh

Reses di Subang Abdy Yuhana Soroti Masalah Air

Subang, jurnalmedia.com – Laksanakan kegiatan Reses I Tahun Sidang 2019-2020 dilakukan Dr. Abdy Yuhana SH, MH, anggota Komisi I DPRD Jabar dari daerah pemilihan (Dapil) Sumedang, Majalengka dan Subang (SMS).

“Melaksanakan kegiatan reses bagi seluruh anggota legislatif merupakan kewajiban untuk menyerap dan menampung serta memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Sumedang-Majalengka-Subang yang telah memberikan suara dan mengamanahkan sebagai wakil mereka di DPRD Jabar,” ujar Abdy Yuhana saat melakukan kegiatan Reses I bersama Warga Dusun Wanajaya, Desa Bobos, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang, Selasa (03/12/2019).

Warga Dusun Wanajaya menyampaikan aspiranya kepada Abdy Yuhana, bahwa selama musim kemarau seluruh Warga Wanajaya Desa Bobos, Kec. Legon Kulan sangat menginginkan pengadaan air bersih dan air untuk keperluan pertanian. Pasalnya, selama musim kemarau di tahun 2019 ini, warga kesulitan air bersih dan air untuk lahan pertanian.

Baca Juga  Jaenudin: Arteria Dahlan Tak Mencerminkan Kader PDIP

Abdy Yuhana mengatakan, masa tanam di wilayah tersebut bergantung pada musim tadah hujan. Sehingga selama kemarau yang mayoritas masyarakatnya petani itu kesulitan untuk mengolah pertanian.

“Saya baru tau juga disini, ternyata disini tanamnya setelah musim banjir. Sehingga, saya hari ini kesini setelah dlantik baru kesini. Alhamdulillah saya dibawa kesini pada tempat yang membutuhkan, mendengar persoalan langsung disini,” ujar Abdy.

Politisi PDI Perjuangan itu menyayangkan belum adanya campur tangan pemerintah setempat. Sebab kawasan tersebut dapat dikatakan daerah terpencil yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus.

“Masa dengan keadaan seperti dibiarkan? ini tidak boleh seperti ini terus, sudah 74 tahun kita merdeka. Harus ada perubahan,” katanya.

Baca Juga  Bersama Tenaga Ahli DPR RI, Tia Fitriani Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Abdy menambahkan, kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut dinilai sangat kurang. Karena itu, pihaknya mendorong Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk memprioritaskan daerah tersebut. “Harus ada konsentrasi program pengairan ini di desa tersebut,” ucapnya.

Red

Komentar

Berita Lainnya