oleh

Potensi Gemilang Bank Bjb di Tahun 2020

-Ekobis-137 views

Bandung, jurnalmedia.com – TAHUN 2020 semakin mendekat. Banyak prediksi dan hasil survei menyatakan jika di tahun tikus logam, kondisi perekonomian global akan mengalami kemunduran atau resesi. Pemicunya beragam, bisa kondisi geopolitik Asia, perang dagang, hingga Brexit.

Kondisi ini, sedikit banyak tentu akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Bahkan bayangan resesi diprediksi akan lebih kompleks dari yang terjadi di tahun 1998. Wabah resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi, seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan.

Lantas, apa yang akan terjadi dengan Indonesia? Secara mengagetkan The World Bank dalam laporan Global Economic Risks and Implications for Indonesia meramalkan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air berada di bawah angka 5%. Kondisi tersebut akan semakin menurun dalam lantaran lemahnya produktivitas dan pertumbuhan pekerja.

Namun di tengah ragam prediksi minor, terdapat segelintir pilar harapan, salah satunya melalui kinerja dan prospek bisnis bank bjb. Bank Pembangunan Daerah (BPD) kebanggaan masyarakat Jabar dan Banten tersebut dinilai cukup kuat dan mampu bertahan di tahun 2020, di tengah resesi global.

Menurut tim riset CNBC Indonesia, likuiditas bank bjb cukup longgar. Tercermin dari loan to deposits ratio yang berada pada level 88,1%. Sementara loan to deposits ratio industri perbankan nasional berada di level 94,44%. Catatan tersebut membuat BJBR meraih target pertumbuhan kredit 10%-11% di tahun 2019 sehingga mendukung pencapaian di 2020.

Dari sisi penyaluran kredit, bank bjb berhasil tumbuh 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi total Rp81,48 triliun. Kredit konsumer masih menjadi captive market bank bjb yang mencapai Rp55,52 triliun pada kuartal tiga atau tumbuh 13% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kredit konsumer bank bjb memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan jenis kredit lainnya. Pasalnya kredit konsumer memiliki risiko yang lebih rendah. Terbukti catatan non performing loan hanya berada di level 0,2%.

Portofolio berikutnya diisi oleh penyaluran kredit pensiun yang tumbuh agresif mencapai 35,6% menjadi Rp15,33 triliun pada kuartal tiga. Sementara kredit mikro meningkat 9,4% menjadi Rp5,76 triliun. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank bjb juga mengerek naik dan tumbuh 10% menjadi Rp92,53 triliun dengan dana murah (CASA) mendominasi 51,5%.

Serangkaian catatan gemilang tersebut diyakini cukup menjadi alasan bank bjb untuk dapat bertahan, bahkan tumbuh positif di tahun 2020. Tidak heran jika dalam kurun waktu satu bulan terakhir, bank bjb banyak dianugerahi penghargaan terkait capaian kinerja finansial.

Pertama, bank bjb dinobatkan sebagai salah satu peraih penghargaan Bank BUMD Terbaik pada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Awards 2019. Kontribusi bank bjb dalam memajukan perekonomian daerah maupun nasional di tengah situasi perekonomian global yang bergejolak menjadi salah satu pertimbangan pihak Kadin memberikan ganjaran tersebut.
“Setiap langkah bisnis yang bank bjb lakukan senantiasa didasari atas berbagai pertimbangan matang. Karena itu, perseroan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian sambil terus menerawang melihat peluang usaha yang bisa diraih di tengah kondisi sesulit apapun,” ujar Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb M. Asádi Budiman.

Kedua, bank bjb mendapat penghargaan sebagai bank dengan predikat SEHAT pada kategori BUKU 3 dengan aset di atas Rp100 triliun. Komplimen tersebut diraih bank bjb dalam Indonesia Best Bank Award 2019 yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi Research and Consulting pada pertengahan bulan lalu.

Ketiga, bank bjb dinobatkan sebagai The Best Financial Performance Bank Kategori Bank BPD dalam ajang Tempo Financial Business Award 2019 pada akhir bulan lalu. Penghargaan diberikan berdasarkan hasil riset Tempo bersama dengan Pusat Data Analisa Tempo (PDAT).

Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi menyambut positif serangkaian pencapaian tersebut. Torehan demi torahan manis yang diperoleh bank bjb semenjak awal hingga menjelang penutupan tahun 2019 membuktikan bahwa kinerja perseroan senantiasa berada dalam jalur yang sesuai harapan.

“Performa bisnis yang dijalankan bank bjb selalu didasarkan pada visi pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan. Bukan hal yang mudah mempertahankan performa yang berada di level tinggi. Namun di sisi lain kami meyakini bahwa apa yang telah dicapai bank bjb saat ini bukanlah raihan tertinggi,” kata Yuddy.

Selain itu, bank bjb juga berhasil meraih predikat Gold Rank dalam penghargaan Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2019 yang digelar oleh National Center for Sustainability Reporting (NCSR) dan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP). Penghargaan tersebut diberikan atas laporan berkelanjutan perseroan.

Menutup bulan November 2019, bank bjb berhasil menyabet penghargaan bergengsi laporan keuangan terbaik Annual Report Award (ARA) 2018. Dalam ajang tersebut, bank bjb berhasil menjadi juara pada kategori BUMD Listed Company karena secara kualitatif dianggap mampu menyediakan laporan keuangan perseroan terbaik di antara BUMD lain di Indonesia.

“Kualitas terbaik yang tersaji dalam laporan keuangan perseroan mencerminkan pencapaian kinerja bank bjb yang sama baiknya. Kinerja bank bjb senantiasa kami jaga agar selalu pada jalur usaha yang tepat. Seiring dengan itu, kami juga tak pernah berhenti memberikan dorongan nyata dan pasti dalam pelbagai lini usaha agar perseroan bisa melakukan akselerasi usaha demi percepatan pertumbuhan perseroan,” ujar Yuddy.

Terakhir, di awal Desember, bank bjb dinobatkan sebagai The Best Improvement Bank dalam malam penganugerahan bagi insan dan lembaga perekonomian nasional CNBC Indonesia Award 2019. Penghargaan ini dinilai sebagai bentuk apresiasi objektif yang diberikan pihak eksternal terhadap kualitas dan kredibilitas usaha yang dijalankan perseroan. Prestasi ini makin terasa manis lantaran berhasil dicapai bank bjb di tengah iklim kompetisi usaha yang semakin ketat dan situasi perekonomian global yang belum bertumbuh pesat.

“bank bjb senantiasa menjadikan kualitas pelayanan sebagai hal paling utama demi menumbuhkan optimisme dalam menatap prospek usaha. Berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan senantiasa didasarkan pada upaya memudahkan pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai mitra setia dalam bertumbuh dan berkembang. Kami meyakini, apresiasi menjadi sesuatu yang niscaya sebagai timbal balik dari komitmen perseroan yang selalu meletakkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas,” kata Yuddy. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya