oleh

Emil: Peduli Sesama dan Mensyukuri Nikmat

Bandung, Jurnalmedia.com – Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung saat menyampaikan sambutan mengutip Sabda Rasullulah Shallallahu’alaihi Wasallam pada acara Majlis Taklim Pendopo Bersama Ustadz Evie Effendi di Pendopo Wali Kota Bandung , Minggu (17/09).

Mengawali kegiatan, tamu yang di dominasi oleh Legiun Veteran dan ibu-ibu rumah tangga sudah melaksanakan senam pagi ringan dipandu panitia sebelum akhirnya Ustadz Evie menyampaikan tausiahnya.

Ustadz Evie mengawali tausiahnya dengan kelakar – kelakar segar berkaitan dengan medsos dan kebahagiaan warga Bandung serta bagaimana Warga Bandung harus bisa Bersyukur dibanding dengan apa yang terjadi dengan saudara kita di Rohingya.

“Manfaatkan momen didunia dengan banyak beramal dan menjadi bermanfaat bagi sesama, kita prihatin dengan rohingya dan harus bisa bersyukur pada diri kita dan harus bisa menolong sesama,” ujarnya.

Ustadz Evie juga menambahkan Bandung adalah kota yang Bahagia, bahagia adalah suatu hal yang bisa diciptakan dan bukan diberikan serta dicari. Rasa bahagia bisa dengan hal yang telah kita miliki asal dengan rasa syukur dan Ikhlas.

“bahagia adalah hal yang bisa kita ciptakan jangan melihat orang yang ada diatasmu karena strata sosial karena akan memperkecil ,nikmat kepada kita,” tegas Evie.

Lebih Lanjut Ustadz Evie menambahkan, warga Bandung adalah warga yang bahagia dan berharap dalam menciptakan kebahagiaan ,Warga Bandung tetap tidak lupa dengan penderitaan saudara Kita di Rohingya yang sedang diuji.

“Kita harus luruskan niat untuk tetap lillahi taala
,meski jauh dari Rohingya minimal kita hatus tetap berdoa dan bisa memberikan yang terbaik dan memberi solusi jangan sensasi saja ,” jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil seusai mendengarkan Tausiah Ustadz Evie menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur pada warga Bandung karena masih bisa berkumpul bersama warga untuk mensyukuri Nikmat dari Allah SWT.

“Ada Takdir ada nasib, Indonesia tempat lahir kita adalah takdir dan kita harus beryukur dengan apa yg kita terima ,apa yang kita bisa nikmati jauh lebih nyaman dibanding apa yang saudara kita lalui di Rohingya,” tegas Ridwan.

Wali Kota yang akrab disapa Kang Emil tersebut juga mengatakan apa yang Indonesia dan Kota Bandung alami hingga sekarang adalah karena Persatuan warganya yang tidak mudah di pecah belah dan diadu domba.

“kekuatan Indonesia adalah bersatu dan susah dikalahkan dari dulu ,kalo kita dipecah belah mudah dikalahkan ,sejak jaman penjajahan seperti itu,” tegas Emil.

Kota Bandung Khususnya menurut Emil ,serta Indonesia umumnya bila mudah dipecah kita akan mudah hancur bahkan hanya gara-gara perbedaan agama Rohingya pun bernasib mengenaskan.

“Kita sebagai umat Islam harus kompak danjangan mudah dipecah belah karena dalam Islam Perbedaan itu adalah Rahmat ,jangan mencari jurang dalam perbedaan tapi dicari rasa kebersamaan dalam perbedaan tersebut,” jelas Emil.

Ia juga menambahkan sebagaimana Media Sosial selain bisa digunakan untuk memecah belah seperti marak saat ini terjadi, bisa pula digunakan sebagai suatu sarana membantu yang sangat efektif dalam hal Kebajikan

“Menanggapi masalah Rohingya, saya melakukan dua cara, pertama gunakan kekuatan saya sebagai Walikota untuk memerintahkan aparatur daerah untuk menggalang dana sumbangan di mesjid-mesjid, sekolah dan kantornya serta dengan meminta follower menyumbang dengan target dari sehari 500 juta sampai 1,5 milyar di hari ke-2 dan di hari ke-7 terkumpul 4,4 milyar gabungan medsos dengan udunan dari Masyarakat,” tegas Emil.

Lebih lanjut Emil menerangkan seberapa baiknya kita dalam menjadi Manusia adalah seberapa besar kita bisa bermanfaat bagi sesama, manfaatkan semua yang ada untuk kebaikan baik dengan apa yang kita bisa dan dengan kemampuan yang kita punya.

Berkaitan dengan Medsos Emil mengigatkan
dengan medsos dan teknologi bahkan bantuan yang di kumpulkan sudah sampai saat ini disana ,tapi apabila dipake keburukan contoh ada Saracen itu akan membawa keburukan ke banyak hal dan bisa memcah belah persatuan.

“Itulah medsos, bila digunakan buat kebaikan hasilna baik, intinya sosmed kalo dipake positif bisa sangat membantu tapi kalo dipake keburukan juga bisa sangat destruktif,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya Wali Kota muda ini mengatakan sebaik-baiknya manusia adalah yang tanggannya diatas jangan dibawah dan paling baik jadi manusa yang memberi bukan meminta, ia juga mendoakan agar semua menjadi warga yang tangannya diatas dan bukan dibawah sehingga selalu bisa membantu saudaranya yang kesusahan dimanapun berada.

“Mudah-mudahan Rohingnya bisa menjadi motivasi kita untuk membantu dan meningkatkan ukhuwah bagi umat muslim dan meningkatkan kekompakan diantara kita khususnya Warga Bandung dan Indonesia umunya,” Pungkasnya.

Red

Komentar