oleh

Pemuda Harus Jadi Pengusaha Bukan Penguasa

Syafii Efendi (tengah berdasi) berpose bersama dengan pantia usai memberikan “pencerahan” kepada 1700 pelajar SMA dan SMK di Gor Koni Majalaya Kabupaten Bandung di seminar motivasi nasional. Akmal-JM

    Bandung, JurnalMedia.com – Pemuda sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri, harus siap menghadapi tantangan di masa depan yang semakin berat. Selain mandiri, berkarakter, mereka juga dituntut mampu menjadi wirausahawan yang handal. Tidak hanya itu, berbagai serbuan yang menyasar para pemuda, setidaknya dapat dicegah jika pihak keluarga, lingkungan ikut andil sehingga tidak salah langkah.

    “Kita bisa lihat, bagaimana kalangan muda diserang oleh tontonan yang liar dan tidak mendidik. Belum lagi akses informasi yang mudah didapat, jika kita tak mampu mengendalikannya, tentu generasi muda akan hancur,” jelas Syafii Efendi, motivator muda disela Seminar Nasional Saatnya Sukses Semuda Mungkin di GOR Koni Majalaya Kabupaten Bandung Jumat (10/2).


    Dirinya menilai, keberpihakan media terhadap anak muda sangat kurang. Terlebih, banyak channel tv yang menayangkan tontonan-tontonan kurang mendidik.

    “Sekarang, anak muda sibuk dengan ponsel, sehingga Interaksi antar sesama manusia semakin berkurang. Ada pergeseran yang sangat jauh. Jika dulu mencari informasi ke perpustakaan, sekarang tinggal klik mbah google. Lelum lagi proses belajar mengajar yang dulunya misal duduk di kursi, sekarang anak muda senang lesehan. Ini yang harus kita sadari, bagaimana menyeimbangkan kondisi sekarang, mampu menangkap perubahan jaman, salah satunya ya orangtua dan guru harus di upgrade, karena beda jaman tadi,” tambah Syafii. 

    Namun begitu, lanjutnya tidak semua harus di upgrade. Yang paling penting harus ada awairness, kemauan yang kuat dari dalam. Setalah itu, tentunya akan berjalan dengan sendirinya.

    “Kuncinya adalah karakter. Awairness, harus ada kemauan. Disini peran orangtua dan guru sangat penting. Nah, disini saya menekankan kepada peserta, harus menjadi usahawan, bukan penguasa tapi pengusaha,” tegasnya.

    Sementara, Ketua Panitia Seminar Silvia Gustiawati mengungkapkan, seminar diikuti oleh 1700 siswa SMA/SMK dari berbagai sekolah di Majalaya dan Banjaran.

    “Kita memilih Mr Syafii Efendi, selain muda, pintar dan sukses, beliau mampu membaca karakter anak muda. Seminar ini sendiri dipungut Rp 50.000, namun tidak ada paksaan kepada sekolah ataupun anak-anak untuk ikut, siapa yang mau saja,” pungkas 
    Silvia.

    Syafii Efendi sendiri selama sepekan mendatang akan melanjutkan motivasinya ke berbagai daerah diantaranya Makassar, Gresik dan Palembang dan kembali lagi 19 Pebruari mendatang di Cimahi, Jabar. (Mal)
    Baca Juga  Diduga Idap Penyakit Langka, Bayi Muhamad Ismail Butuh Bantuan

Komentar