oleh

Rangkai Masa Depan Lebih Terang dengan Kerja Keras dan Bjb Tandamata SiMuda

Bandung, Jurnal media.com Masa muda adalah masa yang penuh gelora. Semangat untuk melakukan berbagai hal masih membara-bara. Tapi masa muda juga adalah masa yang penuh tantangan. Godaan untuk melakukan hal tak bermanfaat tak kalah besarnya.

Bekerja keras, untuk membangun masa depan yang gilang gemilang adalah impian setiap anak muda. Selama semangat dan stamina masih terjaga, segalanya menjadi terasa mungkin untuk dikejar.

Sayangnya itikad baik untuk bekerja keras mengumpulkan sumber daya guna membangun masa depan tak semudah membalikkan telapak tangan. Halang rintang biasanya muncul dalam bentuk godaan menyesuaikan diri dengan gaya hidup milenial yang dikenal tak pandai menyimpan uang.

Walaupun penghasilan para milenial tidak bisa dibilang pas-pasan amat, mereka kesulitan menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk ditabung atau dipergunakan keperluan mendadak lainnya.

Hasil survei GoBankingRates 2017 terhadap milenial muda berusia antara 18-24 tahun memperlihatkan hanya 43% milenial yang memiliki tabungan 1.000 dolar AS alias Rp14.2 juta atau lebih dalam rekening tabungan mereka. Sisanya, 57% milenial nampaknya masih menganggap menabung sebagai sesuatu yang sulit dilakukan.

Isu manajemen keuangan ini memang menjadi momok bagi generasi milenial. Inkompetensi pengelolaan uang generasi milenial ini tercermin dalam Better Money Habits Millennial Report yang dikeluarkan Bank of America disebutkan bahwa 64% milenial menganggap kemampuan mereka dalam mengelola uang terbilang buruk.

Seturut dengan hal tersebut, satu dari empat milenial sering mengkhawatirkan kondisi mereka yang rentan tidak memiliki cukup uang untuk disimpan. 73% milenial juga mengakui bahwa jumlah pengeluaran mereka terlalu banyak.

Kurang cakapnya kemampuan milenial dalam mengatur keuangan juga berdampak pada kemampuan mereka dalam mendapatkan hunian. Survei yang dilakukan CBRE Group, sebuah perusahaan real estate global yang berpusat di Amerika terhadap 5.000 milenial berusia 22-29 tahun di sejumlah negara Asia Pasifik menemukan fakta bahwa sekitar 63% milenial masih tinggal bersama orang tua mereka.

Persentase ini cenderung lebih tinggi ketimbang rata-rata global sebesar 49%.
Faktor utama pemicu minimnya komitmen milenial Asia dalam memiliki rumah pribadi dipicu kurangnya dana yang mereka miliki. Milenial Asia juga diketahui lebih getol mengalokasikan pendapatan untuk keperluan belanja dan rekreasi.

Rata-rata, mereka menghabiskan 30% pendapatan untuk kegiatan rekreasi seperti berbelanja dan makan di luar dan hanya menyimpan 20% dari pendapatan mereka. Kegiatan ‘makan di luar’ ini menjadi tradisi baru yang sangat identik dengan milenial. Survei juga menyebut milenial 10% lebih rajin makan di luar rumah ketimbang generasi Baby Boomers.
Tak cuma mengumpulkan hasil kerja keras, kecakapan para milenial mengatur pos-pos pengeluaran pun kerap diragukan. Kebiasaan menjadi faktor penentunya, karena itu, kebiasaan juga bisa menjadi variabel pengubahnya.

Perubahan kebiasaan belanja jor-joran ini bisa dihindari jika para milenial membiasakan diri menabung dari penghasilannya. Namun persoalannya menjadikan milenial sebagai target produk bukanlah perkara mudah, milenial, dikenal sebagai konsumen yang kritis.
Sebagai salah satu alternatif produk tabungan anak muda, bjb Tandamata SiMuda bisa dijadikan pilihan. Produk tabungan yang menyasar segmen nasabah usia antara 18-30 tahun ini memiliki banyak kelebihan yang cocok untuk para milenial.

“Kami memahami generasi muda saat ini adalah generasi yang kritis dalam memilih produk. Brand value menjadi hal penting dan melandasi para milenial dalam menjatuhkan pilihan. Di sisi lain, kami menciptakan bjb Tandamata SiMuda sebagai produk yang memiliki nilai relevan dan sangat dibutuhkan generasi muda saat ini. bjb Tandamata SiMuda menjadi media bagi para anak muda untuk menata dan mewujudkan mimpi mereka di masa depan,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, M. As’adi Budiman.

Sesuai dengan keinginan kaum milenial, bjb Tandamata SiMuda memberikan fitur yang amat cocok dengan anak muda seperti keleluasaan dalam menentukan setoran awal dan setoran bulanan yang diinginkan mulai dari Rp100.000 dengan kelipatan Rp100.000. Nasabah juga dapat melakukan setoran di luar setoran bulanan kapan saja dengan mekanisme transfer melalui ATM maupun counter teller.

bjb Tandamata SiMuda juga tak memberlakukan biaya administrasi saat pendaftaran dan mendapat bunga kompetitif sebesar 3.5%. Keunggulan lainnya, nasabah bisa mendapatkan fitur asuransi di mana premi asuransi dibayarkan setiap tahun dan pembayaran premi pada tahun pertama ditanggung oleh pihak bank.

Dengan bjb Tandamata SiMuda kerja keras Anda di masa muda akan terbayar tuntas. Nasabah bebas menentukan berbagai tujuan investasi seperti untuk keperluan pendidikan, wisata, ibadah, membeli rumah, pensiun atau apapun dengan jangka waktu mulai dari satu sampai 12 tahun.

Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya