oleh

Tekan Lonjakan Harga, Disdagin Kota Bandung Gelar Bazar Murah

Bandung, jurnalmedia.com – Jelang perayaan Natal dan tahun baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalaui Dinas Perdagangan dan Perindutrian (Disdagin) menggelar Bazar Murah Kebutuhan Pokok di Lapangan Sukapura Jalan Sukapura Kecamatan Kiaracondong, 14-15 Nopember ini.

Bazar murah tersebut untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok terutama ketika menghadapi hari besar. Selain di Lapangan Sukapura, Disdagin Kota Bandung juga akan menggelarnya di wilayah Kecamatan Cibiru Kota Bandung, 21-22 November mendatang.

Sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) dijual dengan harga yang murah di antaranya, minyak goreng, terigu, telur, beras, gula, dan daging ayam, sayuran dan lainnya. Selain itu, pada bazar ini Disdagin bekerja sama dengan Pertamina mendistribusikan gas elpiji 3 Kg dengan harga Rp16.600 sebanyak 125 setiap harinya.

Bazar ini dibuka Oleh Asisten Perekonomian, Pembangunan Eric M. Attauriq. Turut mendampingi Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah, perwakilan Bulog, Perkumpulan Perusahan Indonesia (PPI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

“Bazar murah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung agar masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pokok,” kata Erric usai membuka bazar.

“Pemerintah harus hadir secara berkala mengantisipasi harga lonjakan Kepokmas. Meski harga masih stabil, tapi ini sebagai bentuk antisipasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, menjelang hari besar keagamaan kerap menjadi celah bagi para pedagang untuk menaikan harga kepokmas. Hal itu dampak dari meningkatnya permintaan pasar. Karena biasanyamenjelang hari besar, konsumsi masyarakat bertambah.

“Semoga bazar murah ini bermanfaat bagi masyarakat. Tentunya harga di sini lebih murah dari pasaran. Ini salah satu bukti pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat, menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Elly.

Pada bazar tersebut ada sebanyak 27 tenant yang ikut menjual berbagai kebutuhan masyarakat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 tenant merupakan kerja sama Apindo, Bank Indonesia, PPI. Sedangkan sisanya binaan UKM Wilayah Kecamatan Kiaracondong dan tenant kerja sama dengan pertamina, Bulog dan pengusaha lainnya.

Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya