oleh

Terkait Penanganan Covid-19, Status Presiden Sempat Tinjau Kiaracondong

-Regional-87 views

BANDUNG, jurnalmedia.com – Sempat berstatus Zona Merah, Kecamatan Kiaracondong menjadi salah satu wilayah yang berhasil menekan angka penularan Covid-19.

Kecamatan Kiaracondong bahkan kini menjadi salah satu kawasan pecontohan bagi wilayah lainnya.

Bahkan salah satu Staf Khusus Presiden RI sempat berkunjung ke Kecamatan Kiaracondong untuk melihat secara langsung warga saling berkolaborasi dan bersinergi.

Menurut Sekretaris Kecamatan Kiaracondong, Amin Jarkasih, di Kecamatan Kiaracondong terdapat 49 kasus positif Covid-19. Namun berkat kolaborasi dan sinegisitas warga, angka penularan bisa ditekan.

Seluruh elemen Forkopimcap, Forkom Potmas (Forum Komunikasi Potensi Masyarakat) dan masyarakat lainnya bersama-sama menyosialisasikan protokol kesehatan.

“Edukasi, kewaspadaan serta kesadaran warga masyarakat menjadi faktor utama menekan angka Covid-19,” kata Amin saat program bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis 19 November 2020.

Baca Juga  PWI Bandung ikut Tandatangani Berita Acara Pemusnahan Barang Bukti di Kejari Bandung

“setiap hari terus sosialisasi untuk terus menerapkan protokol kesehatan. karena di Kiaracondong memiliki titik kumpul cukup banyak. Pasar pun ada 4,” imbuh Amin.

Sementara itu, Kapolsek Kiaracondong, Kompol Asep Saepudin mengungkapkan, anggotanya selalu meminta warga untuk lebih taat dalam menegakan protokol kesehatan.

Di setiap kesempatan, anggotanya selalu meminta warga untuk taat 3M 1T (menjaga jarak, mengenakan masker, dan mencuci tangan dengan air bersih, dan senantiasa tidak berkerumun).

Tak hanya itu, pihaknya juga tak segan-segan menindak pelanggar protokol kesehatan.

“Tercatat dalam 3 bulan terakhir telah memberikan teguran lisan sebanyak sebanyak 8.500 kali. Setiap kami razia, 50-60 anggota di sebar ke seluruh wilayah Kiaracondong,” paparnya.

Baca Juga  Penegakan Prokes, Walikota Bandung Keluarkan Inwal

Selain teguran lisan, pihaknya juga mengeluarkan penindakan dengan memberikan catatan tertulis bagi setiap pelanggar. Jumlahnya mencapai 1.350 kasus pelanggaran.

“Kami tidak pandang bulu. Setiap masyarakat yang telah 3 kali masuk ke dalam daftar catatan tertulis akan mempengaruhi proses pembuatan SKCK dan SIM di kemudian hari” tegas Asep.

Sedangkan Danramil Kiaracondong, Mayor Maksum mengatakan, sejak Maret 2020 terus menggelorakan tentang kewaspadaan Covid-19.

“Tidak hanya menegur, kami juga membagikan 18.000 masker kepada masyarakat yang melanggar tidak menggunakan masker. Jadi kami menindak sekaligus memberikan solusi,” tuturnya.

Partisipasi tinggi

Partisipasi warga di Kecamatan Kiaracondong pun cukup tinggi. Salah satu contohnya, warga acap kali menjadi inisiator kegiatan penanganan Covid-19.

Baca Juga  BPPD Kota Bandung Optimalkan PBB dan BPHTB Demi Kejar Target

Hal itu juga yang diungkapkan Ketua Forkot Potmas Kiaracondong, Herman Sudrajat.

“masyarakat akitif menjadi inisiator dari kegiatan penyemprotan di mesjid-mesjid dan tempat publik yang berada di Kecamatan Kiaracondong,” ujarnya.

Bukti lainnya, di Kecamatan Kiaracondong terbentuk 540 komunitas Tohaga Lodaya di 85 Kampung Tangguh Nusantara.

“Ini adalah jumlah komunitas terbanyak yang ada di lingkup Kecamatan di Kota Bandung,” katanya.

Komentar

Berita Lainnya