oleh

Terkait Pencemaran Lingkungan dan Penanganan Sampah, Pemuda dan Mahasiswa Tangerang Lakukan Dialog dengan Pemkab Tangerang

-Daerah-186 views

Tangerang, jurnalmedia.com – Terkait pencemaran sungai Cirarap oleh sejumlah pabrik yang membuang limbah ke sungai serta pencemaran lingkungan lainnya di Desa Buaranjati, Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang membuat Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Tangerang Utara datangi Pemkab Tangerang untuk melakukan dialog.

Pertemuan tersebut dihadiri Sekda Kabupaten Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan)
, Bina Marga, juga dari aliansi mahasiswa dan pemuda mewakili dari organisasi yaitu FAM Tangerang, Gematara, Forum Pemuda dan Mahasiswa desa, Forum pemuda dan masiswa desa teluk naga, Aliansi Pemuda Jati waringin ), Karang Taruna desa Buaranjati, Karang Taruna kecamatan Sukadiri, TBM samudera baca (pelelangan), Himaputra, BEM ST Muhammadiyah, Forum mahasiswa Tangerang bersatu, Sentral gerakan buruh nasional.

Menurut salah satu perwakilan dari Gematara, Ahmad situasi di Tangerang Utara sudah tidak bisa lagi ditoleransi akibat pencemaran lingkungan yang di wilayah mereka.

“Teman-teman dari aliansi gerakan mahasiswa dan pemuda Tangerang Utara. Berangkat dari keresahan karena setiap kali lewat sungai Cirarap tercium bau busuk, kemudian tergagaslah konsep untuk membangun tatanan lingkungan yang lebih baik,” ujar Ahmad.

Baca Juga  BabinSa dan BinMas Rawa Kidang Bantah Pernyataan Pengelola Pembakaran Limbah

Dalam hal ini pihak mahasiswa dan pemuda menanyakan sejauh mana upaya pemerintah kabupaten Tangerang dalam penanganan hal tersebut dari hulu sampai hilir.

Tak hanya itu perwakilan pemuda lainnya, Shandi menegaskan kedatangan hanya untuk mengingatkan dan menegaskan bahwa dirinya menawarkan untuk bersinergi dengan pemerintah terkait pengolahan sampah.

“Kalau berbicara pengelolahan sampah hingga pemberdayaan untuk masyarakat terkait sampah. Desa Buaran Jati kec. Sukadiri sudah melakukannya, namun sayang kekurangan fasilitas atau alat untuk mengangkut sampah Hingga akhirnya saya mempunyai ide untuk kredit motor. adapun manajemen atau cara saya mengangkut sampah dengan mengambil kesetiap rumah warga dan selain itu saya juga mensosialisasikan kepada masyarakat agar memisahkan sampah organik dan anorganik juga manfaatnya,” ujar Shandi.

Mendengar aspirasi dari perwakilan mahasiswa dan pemuda pemaparan dari pihak pemkab terkait pengelolaan sampah di paparkan oleh kepala DLHK H. Taufik. “sampai sejauh ini sudah banyak upaya yang kami lakukan, seperti teknologi pembakaran, penyediaan TPS dan TPST di kabupaten tangerang,” ungkapnya,

Baca Juga  Diduga Tak Kantongi Izin, Pengusaha Bakar Limbah Berbahaya di Bantaran Kali Cirarab

Menuruynya, ada 8 TPST yang aktif dan 3 TPST percontohan pengolaan sampah di kabupaten Tangerang yang melibatkan masyarakat, salah satunya adalah TPST Mustika di Balaraja. ” Jika masyarakat mau mengelolanya, kami fasilitasi alat produksinya, salah satu hasil produksi dari sampah disana yaitu pupuk kompos,” ucapnya

“Kalo memang ada di wilayah adik-adik mahasiswa dan pemuda ada lahan dan masyarakat mau mengelolanya, kami siap menjadikan wilayah itu sebagai pilot project pengolahan sampah kabupaten tangerang,” sambungnya.

Penyataan Taufik diamini Sekda Kabupaten Tangerang. Menurutnya jika ada wilayah dan lahan yang layak pihaknya akan mengantar untuk study banding ke TPST Mustika agar sedikit tau gambarannya lalu nanti kita survei tempat yang di maksud untuk pilot project tersebut.

Tidak kalah menarik dengan persoalan sampah, tanggapan dari dinas Bina Marga soal kali Cirarap di sampaikan. Menurutnya soal pencemaran lingkungan itu wewenangnya adalah aparatur keamanan, dalam hal ini kepolisian. Kemudian soal wewenang normalisasi itu ada pemerintah pusat. “Kami sudah tiga kali melayangkan surat untuk melakukan normalisasi tapi belum ada action dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Baca Juga  PSBB Diperpanjang, Petugas Gebrak Masker Gabungan Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan

“Kalo kita melakukan normalisasi sendiri tanpa ijin pusat kita akan dikenakan sanksi, karena sudah mengerjakan yang bukan pekerjaan kita,” imbuhnya.

Di sela sela penjelasan kadis Bina Marga, salah satu perwakilan mahasiswa memgatajan bahwa alasannya selalu klasik kalo soal Cirarap, dan menegaskan kenapa Pemerintah tidak mencabut IMB pabrik yg membuang limbah ke sungai. “Kenapa Pemkab tidak duduk bareng dengan pihak aparat keamanan untuk memproses hukum pelanggaran amdal pabrik yg membuang limbah kesungai,” tandas Shandi.

Diakhir diskusi tersebut Sekda kabupaten Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan jika memang sudah siap untuk bersinergi akan segera direalisasikan

“Oke kalau memang siap semuanya segera kita jalankan sama-sama agar sinergi, tdak ada kata terlambat jika rasa kepedulian diri kita masih terus ditanamkan apalagi pemuda dan mahasiswa siap bersinergi seperti ini, dengan begini semakin terang saya lihat persoalan ini bisa terselesaikan,”. Pungkas Sekda.

Fauzi

Komentar

Berita Lainnya