oleh

Tingkatkan Kapasitas ASN, Pemkot Bandung Gandeng Bank Bjb

Bandung, jurnalmedia.com –  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjalin kerja sama dengan PT. Bank Bjb. kerjasama tersebut dalam rangka meningkatkan kapasitas serta kapabilitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Lewat kerja sama tersebut, ASN Pemkot Bandung akan mengikuti program magang.

Dalam perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemkot Bandung dengan PT. Bank Bjb, program magang pengembangan Kompetensi tersebut dilaksanakan selama tiga hari yaitu 6-8 Oktober 2020.

“Ini adalah bagian dari kerja sama Pemkot Bandung dengan bank Bjb University dalam pengembangan SDM yang berlaku hingga 2025,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat membuka acara Program Magang ASN dalam pengembangan Kompetensi bersama Bank Bjb melalui Zoom Meeting, Selasa 6 Oktober 2020.

Baca Juga  Pastikan Penyaluran Dana PEN Tepat Sasaran, Bjb Keluarkan Program PENtas

Yana menuturkan, menghadapi era industri 4.0, birokrasi akan menghadapi berbagai tantangan. Birokrasi dituntut makin Adaptif dan cenderung berubah-ubah di era digital saat ini.

“Setidaknya ada tiga hal yang perlu ditingkatkan dalam birokrasi yaitu, proses, organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya.

“Birokrasi Adaptif ialah birokrasi yang memiliki segudang SDM handal dengan karakteristik Akseptabel. Artinya, PNS harus memiliki kemampuan memadai, dapat diandalkan, serta relatif diterima publik,” lanjutnya.

Perlu diketahui, Program magang tersebut merupakan kali pertama sejak PKS ditandatangani. Tahap I, magang diikuti oleh 30 sekretaris kecamatan.

“Bagi Aparatur kewilayahan seperti Sekcam, tentu memiliki performa meyakinkan di mata publik sangat diutamakan. Karena kecamatan merupakan perangkat daerah terdekat dengan masyarakat. Oleh Karena itu peningkatan Profesionalisme PNS di lingkungan Pemkot Bandung ini sangatlah penting,” tutur Yana.

Baca Juga  Pasar Kreatif Kota Bandung Raup Omzet 1,56 Miluar

Ia berharap, kolaborasi ini mampu meningkatkan kemampuan Aparatur kecamatan, baik dari segi pola pikir, maupun standar dan etika pelayanan.

“Dengan demikian birokrasi tidak lagi dipandang sebagai organisasi yang kaku, kurang responsif, cenderung Berbelit-belit, dan lamban,” katanya.

Red

Komentar

Berita Lainnya