oleh

Wakil Walikota Bandung Menyayangkan Unjuk Rasa Berujung Bentrok dan Perusakan

-Ragam-34 views

Bandung, Jurnalmedia.com – Pasca disahkannya Undang-undang Cipta Kerja oleh DPR RI membuat ribuan bahkan jutaan buruh dan mahasiswa turun ke jalan menolak UU tersebut. Sama halnya  yang terjadi di kota Bandung penolakan tersebut bahkan berujung bentrok dan perusakan di beberapa sudut kota. Terlebih, saat ini tengah dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Saya sangat menyayangkan hal ini. Di tengah pendemi ada kerumanan massa tidak terkendali. Saya khawatir temen-temen yang demo terpapar virus dan menularkan ke keluarganya yang di rumah,” ujar Yana di sela-sela meninjau Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Selasa 6 Oktober 2020 malam.

Seperti diketahui, pada Selasa 6 Oktober 2020 buruh dan mahasiswa melakukan unjuk rasa menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. Namun unjuk rasa berujung bentrok dengan aparat dan penrusakan fasilitas publik di sejumlah titik.

Baca Juga  Intensitas Hujan Tinggi, Diskar PB Kota Bandung Imbau Warga Tetap Waspada

Yana mengungkapkan, perusakan fasilitas publik oleh massa seharusnya tak perlu terjadi. Apalagi perusakan Taman Cikapayang yang tidak memiliki keterkaitan dengan penyaluran aspirasi.

“Itu fasilitas publik. Jadi saya sangat menyayangkan itu dirusak,” keluh Yana.

Yana berharap, jika buruh, mahasiswa, atau kelompok sosial lainnya akan menyampaikan aspirasi, lebih baik menggunakan saluran yang ada. Mereka tak perlu melakukan aksi anarkis yang merugikan banyak pihak.

“Jangan sampai terulang (perusakan dan bentrok). Salurkan aspirasinya dengan baik,” pinta Yana.

Untuk itu juga, Yana mengaku telah berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung terkait dengan kemungkinan adanya unjuk rasa lanjutan yang bakal dilakukan mahasiswa dan buruh.

“Informasi yang saya peroleh, beberapa orang sudah diamankan polisi karen dianggap sebagai provokator. Mudah-mudahan tidak terulang lagi,” harap Yana.

Baca Juga  Libur Panjang, Pelayanan PT POS Tetap Buka

Red

Komentar

Berita Lainnya