oleh

Wali Kota Bandung : Stop Prank Call Center Covid-19

-Regional-195 views

Bandung, Jurnalmedia.com – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menyayangkan perilaku sejumlah oknum warga yang bergurau atau “ngeprank” di saat yang tidak semestinya. Yaitu prank terhadap Call Center Covid-19.

Bayangkan, dari 1.600 telepon yang masuk, sekitar 1.500 di antaranya adalah telepon prank yang sama sekali tanpa kepentingan.

Hal itu juga yang membuat Oded geram dan meminta para oknum untuk menghentikan gurauannya. Melalui akun Instagramnya, Oded meminta “Stop Prank Call Center Covid-19”.

“Saya kaget juga ketika mendengar call center kita seolah olah ada yang iseng. Kasihan juga kalau nanti ada yang beneran kalau mau masuk susah,” ujar Oded di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (18/4/2020).

Baca Juga  Pemkot Bandung Terus Lakukan Langkah Strategis Tangani Dampak Covid-19

Berdasarkan data dari Call Center 112, pada tanggal 17 April 2020 ada 1.469 panggilan ke 112. Namun, tidak ada laporan darurat yang valid. Hanya ada beberapa panggilan saja yang betul-betul meminta informasi terkait Covid-19.

Oded berharap ke depannya warga tidak lagi melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab. Apalagi menjadikan Covid-19 ini sebagai bahan candaan.

“Saya berharap kepada warga Kota Bandung jangan dipakai main-main urusan seperti ini, karena kita ini sedang bekerja,” ucap Oded geram.

Ia prihatin, di tengah semua orang sedang bekerja keras, masih ada orang yang tidak memiliki empati.

“Bayangkan, tim medis di lapangan sampai sudah berapa orang meninggal dunia. Saya lihat juga kerja kerasnya supir ambulans, belum lagi tim yang menguburkan di TPU, itu mereka siang malam bekerja, ari urang heurey keneh. Saya mohon jangan bercanda.” serunya.

Baca Juga  Selama Pandemi, Sebanyak 238 Ribu Orang Dinyatakan Miskin Baru

Kendati belum akan memberikan sanksi kepada para pelaku, Oded ingin agar aksi tersebut dihentikan oleh warga. Ia mengatakan, jika ke depan hal ini masih terjadi, pihaknya akan langsung bertindak tegas.

“Saya masih mengimbau saja, tapi kalau sudah diimbau masih begitu, pemerintah harus hadir,” tegasnya. *

Komentar

Berita Lainnya