oleh

Walikota Tangerang Punya Cara Sendiri Atasi Banjir

-Daerah-201 views

Tangerang, jurnalmedia.com – Walikota Tangerang, Arief Wismansyah menjadi narasumber dalam seminar ” Sinergitas Stakholder dalam Pengelolaan banjir area Jakarta “. Acara yang diselenggarakan oleh Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas di Gedung IASTH Lt. 3, kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba Jakarta Pusat, Indonesia, Rabu (15/1/2020).

Arief mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai walikota Tangerang dimasa 5 tahun telah berhasil menangani manajemen penanganan banjir dengan metode bernama Sumur injeksi.

Menurutnya, sumur injeksi berfungsi mengendalikan air tanah untuk menampung pelimpasan air hujan agar tidak sampai terjadi banjir. Sumur injeksi ini sekaligus berfungsi mengembalikan keberadaan air bawah tanah yang sudah terkuras untuk berbagai kebutuhan.

“Kita coba bangun sumur injeksi, sudah ada di sekolah dan jalan-jalan. Rencanaya tahun ini akan kita bangun 4.000 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tangerang,” jelas Walikota.

“Daerah yang sudah ada sumur injeksinya lumayan, surutnya lebih cepat saat ada genangan. Kita ingin sumur injeksi ini bisa menangani limpasan ke drainase dan saluran, karena airnya sudah diserap,” tambahnya.

Beberapa penanganan banjir selain sumur injeksi yang telah Pemkot lakukan antara lain : melakukan pembersihan embung serta mengoptimalkan pompa pompa air, sistem drainase, biopori, serta telah dibangun juga tandon Air untuk menangani intensitas hujan tahun ini.

“Tahun sebelumnya Pemkot Tangerang telah mengurangi 33 titik rawan banjir menjadi 2 titik saja. Awal banjir tahun ini (2020) yang terparah menjadi catatan penting bagi Pemkot sendiri,’ jelas Arief.

Data menyebutkan untuk wilayah Kota Tangerang, banjir awal tahun 2020, telah melanda 59 kelurahan dengan 294 titik banjir dan Kota Tangerang mengalami total kerugian hingga 1,5 triliun rupiah.

Dengan intensitas tinggi tercatat wilayah kota tanggerang tergenang banjir awal tahun 2020 telah melanda 59 kelurahan dengan 294 titik banjir dan kerugian mencapai dengan total besaran 1,5 triliun rupiah dikota Tanggerang.

“Ini menjadi catatan bukan hanya untuk kami, tapi juga masyarakat, akademisi, hingga stakeholder untuk bagaimana kita bisa saling berkoordinasi dan bersinergisitas,” terang Arief.

“Ini dua kata yang mudah diucapkan tapi sulit dijalankan, tapi disini intinya sudah bukan wacana tapi harus ada action dari kita agar masalah banjir bisa ditangani,” tukasnya.

Fauzi

Komentar

Berita Lainnya