oleh

Warga Nilai Pemilihan Staf Desa Kiara Payung Kurang Transparan

-Daerah-109 views

Tangerang, jurnalmedia.com – Warga Kampung Gaga, Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menolak dengan penunjukan langsung Ketua RT 04 dan 05 di wilayah RW 02 yang diduga dilakukan secara diam-diam tanpa musyawarah.

Penunjukan Ketua RT tersebut Gaga dilakukan Kepala Desa Kiara Payung Mudarif, tanpa diketahui Ketua BPD, tokoh masyarakat, juga keluarga almarhum Ketua RT, dan beberapa aparatur Desa Kiara Payung.

Hal ini pun lantas menjadi pertanyaan warga, khususnya untuk warga Kampung Gaga. Pasalnya penunjukan Ketua RT tersebut cuma beda sehari dengan 7 harinya meninggalnya almarhum Ketua Rt 04 dan 05 Rw 02 yang masih menjabat.

Perwakilan warga Kampung Gaga, Desa Kiara Payung, Maman (Poleng) menolak keras atas keputusan Kades Kiara Payung menunjuk seseorang menjadi ketua RTnya, ia ingin di wilayahnya itu selalu tercipta ketransfaransian, gotong royong dan ketertiban.

“Saya bersama warga Rt 04 dan 05 tidak setuju Kades Kiara Payung tunjuk Ketua RT kami yang baru, saya minta pengangkatan Ketua RT kami dilakukan cara musyawarah pada warga, tokoh masyarakat dan keluarga almarhum RT Murta,” pintanya, Sabtu (20/2/21)

Baca Juga  Langgar Perda, Satpol PP Segel Galian Tanah di Desa Pangarengan

Senada yang diucapkan warga lainnya, Ranta dan Ade, keduanya juga tidak setuju atas sikap Kepala Desa Kiara Payung, yang tanpa musyawarah menunjukan pengganti almarhum Ketua Rt Murta, yang diduga cara diam-diam.

“Kami juga berdua menolak kalau orang yang ditunjuk Pak Mudarip jadi ketua RT kami, kalau memang cara musyawarah keberatan, kita pakai cara pemilihan, kalau pak kades ada pilihan silahkan, kami juga warga RT 04 dan 05 akan dukung pilihan kami,” tegasnya.

Disisi lain keluarga dan anak pertama almarhum Ketua Rt 04 dan 05, Kampung Gaga, Samsul Bahri merasa dirinya bersama keluarga tidak dihargai oleh Kepala Desa Kiara Payung, lantaran penunjukan Ketua RT pengganti orang tuanya, diduga dilakukan tanpa musyawarah.

“Kades belum datang musyawarah ke keluarga saya, semenjak orang tua saya meninggal, kades cuma datang tahlilan aja, saya dan keluarga kaget baru habis tahlilan 7 hari bapak saya, tiba-tiba dapat kabar sudah ada pengganti bapak saya,” tukasnya.

Baca Juga  Polisi Selidiki Penyebab Laka Laut di Perairan Pulau Tunda

Lebih lanjut Samsul menceritakan, bahwa dirinya dan keluarga mendapat surat dari Kades Kiara Payung, yang seluruh isi surat tersebut, ia dan keluarga disuruh tanda tangan menyetujui keputusan Kades Kiara Payung, akan tetapi hal tersebut ditolak dirinya dan keluarga.

“Ada surat datang buat saya dan keluarga dari Pak Mudarip, melalui aparatur desanya, begitu saya baca isi suratnya, bahwa saya atau keluarga suruh tanda tangan dukung Pak Mudarip, tapi saya tidak mau tanda tangan, dan suratnya sudah saya kembalikan ke aparatur desa, karena saya tetap dukung warga yang menolak,” ucapnya.

Sementara itu saat dihubungi lewat pesaan aplikasi whatsapp, Kepala Desa Kiara Payung Mudarip mengaku, belum melakukan pelantikan secara resmi ketua Rt 04 dan 05 Rw 02 yang baru, menggantikan yang sudah almarhum, dirinya hanya menunjuk ketua sementara mengisi kekosongan.

“Kalau ada warga yang nolak tidak apa-apa, banyak juga warga yang setuju kalau saya angkat mah, kalau saya sudah ngangkat mah pasti saya lapor dulu, orang saya balum angkat apa-apa, baru Rt plt aja, saya masih nyantai-nyantai aja,” ucap Mudarip.

Baca Juga  Polisi Selidiki Penyebab Laka Laut di Perairan Pulau Tunda

Disela-sela pembicaraan, saat dikonfirmasi terkait pemberian SK terhadap Ketua RT 04 dan 05 Rw 02 yang telah ditunjuknya, Mudarip tidak mengaku telah membuatkan SK, dan dirinya tidak mau menjelaskan lebih lanjut terkait pembuatan SK untuk Ketua Rt yang baru nanti.

“Memangnya kata siapa sudah dapat SK, kalau omongan mah sudah pasti ada aja, seperti orang hajatan ada yang kondangan dan tidak, orang ini mah rahasia rumah tangga desa, biar pun orang mau bilang apa juga ini mah rahasia, kita juga nanti ada mekanisme perdesnya,” ujar Mudarip.

Selain itu, ketika ditanya mengenai pemilihan Ketua Rt 04 dan 05 Rw 02 akan dilakukan secara musyawarah atau tidak, lagi-lagi Mudarip hanya diam saat dimintai keterangan.

Fauzi

Komentar

Berita Lainnya