JURNAL MEDIA, SURABAYA — Kegiatan Pengendalian Banjir di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga kini belum dikerjakan oleh pihak pemenang tender.
Diketahui, proyek Pembangunan Pengendalian Banjir di menangkan oleh CV. CENDANA INDAH, yang beralamat di Jl. H. Abdullah, Desa Gelisgis Sampang, Madura.
Proyek Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut diketahui mempunyai anggaran Rp. 9 Miliar, dan dimenangkan oleh CV CENDANA INDAH dengan harga koreksi Rp. 6.674.410.770.66 -.
Mirisnya, sesuai informasi yang didapat, pihak pemenang tender sudah menandatangani SPK sudah sekiranya bulan Juni 2023 lalu.
Namun, terpantau di lokasi hingga saat ini, belum ada tanda-tanda proyek miliaran tersebut dikerjakan oleh pemenang tender.
Sebab itu, pembangunan proyek dengan anggaran miliaran tersebut menuai beberapa komentar dari kalangan aktivis.
Salah satunya, dari ketua LIPK Sumenep, Syaifiddin, meminta supaya ada teguran secara tertulis dari PPK BBWS Brantas sehingga pemegang kontrak komitmen dengan kontrak pekerjaan yang telah diteken.
Sebab, menurutnya sesuai peraturan proyek tersebut harus segera dikerjakan maksimal 14 hari setelah pemenang tender menandatangani surat perjanjian kerja (SPK).
“Sesuai data yang saya dapat, pihak pemenang tender sudah lebih satu bulan menandatangani SPK,” ungkapnya. Jumat (22/07/2023).
Sebab itu, pihaknya meminta pihak terkait untuk melakukan segera melakukan evaluasi pada pemenang tender pekerjaan tersebut
“Jangan-jangan pelaksana tidak ada dana untuk mengerjakan proyek milyaran ini, yang akan rugi ya masyarakat Sumenep,” tutupnya.
Shohib
Komentar