oleh

Melalui Program SPW, Disdik Jabar Dukung Siswi SMKN 1 Cikalong Kulon

JURNAL MEDIA, BANDUNG — Mendapat dukungan program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Mulia Mudifia Dinata, siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cikalong Kulon disebut sebagai wirausaha muda dan usahanya semakin meroket.

Memulai usaha thrifting sejak 2018, siswa kelas XII ini telah meraup omzet 10 – 15 juta per bulan.

Difia, sapaan akrabnya bercerita, wirausaha yang ia lakukan berawal dari kesukaan. Awalnya, ia membeli baju thrifting di salah satu marketplace (lokapasar) dan jatuh hati pada model, desain serta motif korean style. “Akhirnya aku mikir, kalau aku jual yang kayak gini juga bakal laku, deh,” tuturnya, Selasa (8/3/2021).

Anak sulung dari dua bersaudara ini pun mulai membuka usaha sendiri dan menjual satu demi satu knitwear (busana rajut) hingga akhirnya menjadi besar seperti sekarang dengan nama brand “Daisydifs”. “Daisy itu bunga yang aku suka karena cantik dan indah. Apalagi kalau bunganya banyak, kalau difs itu dari nama panggilan aku yang lebih disingkat, dari Difia jadi difs,” ucapnya sambil tersenyum.

Baca Juga  Petdalam Tugas dan Wewenang, Bapemperda DPRD Tubaba Kunjungi Biro Hukum Provinsi Lampung

Lebih jauh, siswa kelaihiran Cianjur, 14 Juli 2004 ini mengaku selalu suka melihat orang-orang yang jualan. Hal tersebut yang menginspirasi sekaligus memotivasinya untuk terus mendalami usaha tersebut. “Aku seneng aja liat orang-orang berjualan. Kayak seru, lewatin rintangannya dan enak nikmatin hasilnya,” ungkap siswa yang hobi membaca Wattpad ini.

Peran Sekolah

Ia mengatakan, kewirausahaan yang dilakukannya ini sangat didukung oleh sekolah. Melalui program SPW yang digalakkan Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Disdik Jabar, dirinya terbantu dalam proses promosi produk.

“Program SPW itu sangat bagus karena siswa terfasilitasi dan diberikan pembekalan-pembekalan bagaimana berwirausaha yang baik dan benar,” ungkap putri pasangan Ibu Tini dan Bapak Mahmudin ini.

Baca Juga  Disdik Jabar Lakukan Penandatangan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas Terkait PPDB 2024

Selain itu, Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Kacadisdik) Wilayah VI pun meluncurkan program “Pojok Bestie”. Program tersebut bertujuan mempromosikan produk-produk karya siswa secara daring maupun luring dalam rangka mendukung SPW.

Ia pun berbagi tips kepada siswa lain yang ingin mulai berwirausaha, yaitu niat dan kesungguhan. “Karena, percuma aja kalau berwirausaha tapi leha-leha. Kalau lagi mood jualan ya jualan, kalau enggak mood jualan enggak akan jualan. Jadi, jangan sampai seperti itu, ya,” pesannya.

Selain itu, ia pun mengajak untuk tidak mudah menyerah. “Harus ada kesungguhan dan jangan takut memulai bisnis. Karena, semua bisnis enggak ada yang enak, pasti ada naik turunnya dan jangan nyerah yaaa! Kita semua pasti bisa selagi ada usaha dan doa,” ucap siswa kompetensi keahlian otomatisasi dan tata kelola perkantoran tersebut.

Baca Juga  231 Pelajar Adu Outfit dan Skill di Festival FLS2N Tingkat Kabupaten Bandung Barat 2024, Partisipasi Sekolah Meningkat

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Cikalongkulon, Jajat Sudrajat menuturkan, SMKN 1 Cikalongkulon merupakan salah satu wadah mempersiapkan siswa untuk berwirausaha dengan pendampingan dari guru secara kontinu.

“Melalui program SPW, diharapkan akan muncul mutiara-mutiara Start-Up digital yang mampu bersaing di era global saat ini,” harapnya.

Nah, bagi pembaca yang tertarik dengan produk Difia, silakan berkunjung ke Instagram dan Shopee dengan nama @daisydifs.

Komentar

Berita Lainnya