oleh

Menteri PKP Luncurkan Program Bedah Rumah se-Jabar di Kabupaten Bandung, Target 1.200 Unit Rutilahu

JURNAL MEDIA, SOREANG — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meluncurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah se-Jawa Barat di SMAN 1 Katapang, Senin (13/4/2026).

Program BSPS ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan tujuan memperbaiki rumah tidak layak huni (rutilahu) menjadi layak huni. Dalam kunjungan kerja tersebut, turut diluncurkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, sosialisasi rumah subsidi, serta gerakan melawan rentenir bersama Cucun Ahmad Syamsurijal.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa praktik rentenir masih marak di tengah masyarakat. Ia menyebut bunga pinjaman dari rentenir atau “bank emok” dapat mencapai 20 hingga 30 persen per bulan.

Baca Juga  Tantan Sulton Bukhawan Terpilih sebagai Ketua PWI Jabar 2026, Unggul 197 Suara

“Masih ada rentenir di Kabupaten Bandung. Bunganya sangat tinggi dan memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Dadang juga menyampaikan kendala masyarakat dalam mengakses KUR, yakni penerapan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai syarat pencairan kredit. Akibatnya, realisasi akses KUR di Kabupaten Bandung pada 2025 hanya mencapai Rp30 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Maruarar Sirait menjelaskan bahwa untuk pengajuan KUR di bawah Rp1 juta, SLIK tidak lagi menjadi persyaratan. Ia juga menegaskan bahwa program KUR Perumahan dari Presiden Prabowo Subianto menawarkan bunga ringan sebesar 0,5 persen per bulan atau 6 persen per tahun.

“Bahkan untuk KUR perumahan di bawah Rp100 juta bisa tanpa agunan,” kata Maruarar.

Baca Juga  Tantan Sulton Bukhawan Terpilih sebagai Ketua PWI Jabar 2026, Unggul 197 Suara

Program ini merupakan kolaborasi antara PT Permodalan Nasional Madani dan PT Sarana Multigriya Finansial melalui skema pembiayaan mikro perumahan (HOME) guna memberikan akses hunian terjangkau bagi masyarakat.

Maruarar berharap program KUR perumahan ini dapat menekan praktik rentenir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, murah, dan cepat.

Sementara itu, Cucun Ahmad Syamsurijal menyebutkan kuota program BSPS di Kabupaten Bandung pada 2026 mencapai 1.200 unit rutilahu. Ia memastikan proses ground breaking akan segera dilakukan.

Secara nasional, pada 2025 sebanyak 180.000 unit rutilahu telah diperbaiki di 220 kabupaten/kota. Tahun 2026, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 430.000 unit yang menjangkau 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Tantan Sulton Bukhawan Terpilih sebagai Ketua PWI Jabar 2026, Unggul 197 Suara

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut mengajak generasi muda untuk lebih memprioritaskan kepemilikan rumah dibandingkan pengeluaran untuk pesta pernikahan.

“Saya mengajak generasi muda, daripada biaya besar untuk pesta, lebih baik dialihkan untuk uang muka rumah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan meluncurkan aplikasi “Imah Aing” untuk mendukung program perbaikan rutilahu, serta mendorong pembangunan apartemen di kawasan industri sebagai hunian bagi pekerja.

Komentar