oleh

Balinosa Kembali Digelar di SMA 1 Kota Bandung

JURNAL MEDIA, BANDUNG — SMAN 1 Kota Bandung kembali menggelar Bazar Literasi November Satu (Balinosa), setelah sebelumnya harus digelar secara virtual, Balinosa digelar semarak dan meriah di lingkungan sekolah, Selasa (8/11/2022).

Penampilan seni dan produk wirausaha siswa mengisi riuh di sekolah yang berada di Jln. Ir. H. Juanda No.93, Kota Bandung tersebut.

Acara pun semakin menarik ketika para siswa hadir dengan kostum unik, mulai dari cosplay anime, Harry Potter hingga Thomas Shelby!

Balinosa tahun ini dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan Jawa Barat, I Made Supriatna. Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini mampu meningkatkan bakat dan kreativitas siswa. “Implementasi Kurikulum Merdeka ini adalah bagian dari kurikulum yang betul-betul dibuat untuk anak-anak (siswa),” tuturnya.

Baca Juga  SMK Awards 2022 Dorong SMK di Jabar Jadi Lokomotif Pembangunan

Kegiatan seperti ini, lanjutnya, bentuk menumbuhkembangkan bakat dan kreativitas siswa. Sehingga, ia mendorong satuan pendidikan untuk terus menciptakan program yang variatif.

“Tetap berkarya dan jadilah siswa Jabar juara. Tetap harmonis dan kolaboratif,” pesannya.

Made pun menjajaki seluruh stan kewirausahaan para siswa dan mencicipi satu per satu kuliner yang dijajakan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bandung, Tuti Kurniawati mengatakan, kegiatan ini merupakan gelar karya dari program penguatan profil pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka dengan tema wirausaha.

Adapun topik yang diangkat adalah business plan dan bazar kewirausahaan. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Balinosa yang memang digelar setiap November.

“Kami menggelar kegiatan ini dalam rangka memfasilitasi, memotivasi, dan mengapresiasi seluruh karya siswa yang merupakan hasil project kolaborasi mata pelajaran,” ucapnya.

Baca Juga  Sebanyak 13 Kepala Sekolah di Cadisdik Wilayah VI Lakukan Sertijab

Ia berharap, kegiatan ini mampu menumbuhkan karakter anak, seperti inovatif, gotong-royong, dan berpikir kritis. “Selain itu, Ibu dan Bapak Guru juga tampil berkesenian,” pungkasnya.

***

Komentar

Berita Lainnya