oleh

Pempek Rama Sukses Manjakan Lidah Orang Bandung Selama 35 Tahun

JURNAL MEDIA, BANDUNG — Siapa yang tak kenal pempek, kudapan khas Bumi Sriwijaya ini yang berhasil menggoyangkan lidah di Bumi Parahyangan.

Di Kota Bandung juga banyak penjual atau tempat makan pempek. Salah satunya Pempek Rama di Jalan Rama No. 28-30, Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo.

“Sejarah Pempek Rama, awal tahun 1988. Saya main ke Bandung dan melihat belum banyak yang usaha pempek. Lantas saya coba menyicip sampai yang paling top, tapi menurut saya itu masih kurang rasa,” kata Pemilik Pempek Rama, Benjamin.

Singkat cerita, Benjamin pun memutuskan untuk hijrah dari Palembang ke Bandung pada tahun 1988.

Ia pun memberanikan diri untuk berinovasi kuliner pempek dengan rasa yang bersahabat dengan lidah Sunda.

“Akhirnya saya putuskan untuk hijrah ke Bandung. Jadi tahun 1988 saya coba, awalnya ngontrak di Jalan Rama. Ternyata bulan demi bulan kelihatan laris,” ungkapnya.

Baca Juga  Sebanyak 312 Karyawan Millenial dan Influencer BUMN Ikut Roadshow 1000 Manusia Bercerita

“Terus berlanjut sampai sekarang, ternyata peminat pempek di Bandung luar biasa. Manis, pedas, asam, itu salah satu rasa khas lidah Sunda, memang cocok pempek ini hadir di Bandung,” ungkapnya.

Untuk beradaptasi rasa, ia pun memperhatikan bahan baku dengan detail. Bahkan saus pempek alias cuko, memiliki 2 rasa, yaitu pedas dan manis.

“Makannya cocok lidah tanah Sunda di sini cocok,” tuturnya.

Soal bahan pokok, Benjamin tak mau salah kaprah. Ia memastikan bahan pempek yang kualitas bagus sehingga berpengaruh terhadap rasa.

“Semua bahan saya ambil dari luar, ikan Tenggiri dari Jakarta, aci dari Bogor, gula aren dari Palembang. Tiga bahan pokok utama sampai saat ini saya pertahankan,” bebernya.

Untuk varian pempek banyak plihan, mulai dari kapal selam hingga lenjer.

Soal harga jangan khawatir, harga Pempek Rama masih ramah di kantong. Mulai dari Rp.7.000 sampai Rp.25.000 per buahnya.

Baca Juga  PWI se Bandung Raya Mendesak PWI Pusat Segera Gelar KLB

Kalau malas untuk datang ke tempat, lanjut Benjamin, bisa order via aplikasi. Tinggal tulis saja Pempek Rama, dan sesuaikan dengan lokasi toko, juga bisa diorder dari 5 cabang yang sudah ada di Bandung.

“Online ada, kalau mau datang dan makan disini lebih baik,” tuturnya.

Dalam satu hari, lanjut Benjamin mampu menggunakan ikan Tenggiri 20-30 kg.

“Kita sebetulnya tidak menghitung per-porsi, tapi dihitung ikan yang kita pakai. 1 hari 20-30 kg daging bersih. Ikan yang digunakan Tenggiri, tidak campur,” ujar pria 68 tahun itu.

Kiat sukses dan bertahan hingga saat ini, ia bocorkan yaitu kualitas yang harus dipertahankan.

“Mutu tetap dipertahankan dan harga terjangkau. Harga jangan tinggi. Sesuaikan dengan barang yang kita jual,” ungkapnya.

Baca Juga  Sebanyak 312 Karyawan Millenial dan Influencer BUMN Ikut Roadshow 1000 Manusia Bercerita

“Kita harus menekuni usaha, contohnya pelanggan saya akan tanya. Isitilahnya direview, kita tanya kurangnya apa, makanannya cocok tidak. Jadi kita bisa koreksi, cara itu saya pakai, ternyata banyak masukan sehingga saya harus menyesuaikan dengan lidah disini,” ungkapnya.

Selain pempek, tersedia juga kerupuk asli Palembang yang ia datangkan langsung dari Palembang.

“Untuk pendamping makan pempek, ada kerupuk, itu asli Palembang kita kirim, kualitasnya terbaik,” bebernya.

Setelah berjalan 35 tahun, Benjamin meyakinkan untuk membuka cabang. Saat ini sudah ada 5 cabang Pempek Rama. Yaitu di:
1. Summarecon terletak di Rubi Commercial 60
2. Gegerkalong Express, Jalan Gegerkalong Hilir no.362.
3. Taman Kopo Indah, TKI l, no.184A (Sebrang Kimia Farma)
4. The Hallway Space, Pasar Kosambi lantai 244.
5. Jalan Cimbuleuit no. 66.

Komentar