JURNAL MEDIA, SOREANG — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Bandung sejak Selasa (7/4/2026) malam memicu bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor dan banjir luapan di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah bersama tim gabungan masih melakukan penanganan darurat serta pendataan dampak bencana.
Tanah longsor paling parah terjadi di jalur provinsi penghubung Kecamatan Ciparay dan Kertasari, tepatnya di Jalan Raya Pacet–Cibeureum, Desa Sukapura. Material longsor menutup badan jalan dengan panjang sekitar 25 meter dan tinggi mencapai 5 meter.
“Longsor sempat menutup akses jalan utama, namun saat ini material sudah mulai dibersihkan oleh petugas gabungan,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, Rabu (8/7/2026).
Penanganan di lokasi melibatkan BPBD Kabupaten Bandung, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Damkar Unit Ciparay. Meski akses jalan sudah mulai terbuka, petugas masih melakukan pembersihan akhir dan mengimbau pengendara menggunakan jalur alternatif karena kondisi jalan masih licin.
Selain memutus akses jalan, longsor juga terjadi di sejumlah permukiman warga. Di Kecamatan Pangalengan, Desa Tribaktimulya, tercatat empat titik longsor yang mengancam tiga rumah warga. Sementara di Kampung Rancagadog, tembok penahan tanah (TPT) setinggi 12 meter dilaporkan ambrol dan mengancam satu rumah lainnya.
Di Kecamatan Pacet, longsor terjadi di Desa Cikitu dan Desa Mandalahaji. Satu rumah warga dilaporkan rusak berat akibat dampak longsor, sementara empat kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari risiko susulan.
Di Kecamatan Majalaya, bantaran sungai di Desa Sukamaju mengalami erosi sepanjang 20 meter dengan kedalaman sekitar 8 meter akibat derasnya arus sungai.
Selain longsor, banjir luapan Sungai Citarum juga melanda wilayah Kecamatan Majalaya, Ibun, dan Paseh. Air menggenangi empat desa, yakni Majakerta dan Majalaya (Majalaya), Tanggulun (Ibun), serta Sukamantri (Paseh).
Sungai Citarum dilaporkan meluap akibat tingginya curah hujan sehingga merendam permukiman warga dan akses jalan desa.
Data sementara mencatat ratusan kepala keluarga terdampak. Di Kampung Rancabali, Desa Majakerta, sebanyak 406 KK atau sekitar 1.413 jiwa terdampak genangan. Sementara di Desa Tanggulun, sedikitnya 600 keluarga juga terdampak banjir.
BPBD Kabupaten Bandung bersama tim gabungan masih bersiaga di lapangan untuk melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, serta mengantisipasi potensi bencana susulan.














Komentar