oleh

Disdik Bandung Ingatkan Warga Waspada Calo SPMB, Semua Proses Seleksi Berbasis Sistem

JURNAL MEDIA, BANDUNG – Dinas Pendidikan Kota Bandung mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan bantuan masuk sekolah melalui jalur tidak resmi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Peringatan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto, seiring dibukanya pendaftaran tahap pertama jalur afirmasi dan prestasi yang berlangsung pada 8 hingga 12 Juni 2026.

Menurut Edy, seluruh proses penerimaan peserta didik baru dilakukan secara transparan dan berbasis sistem sehingga tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan calon siswa ke sekolah tertentu.

“Jangan percaya kepada calo SPMB. Semua proses dilakukan secara transparan dan berbasis sistem. Lengkapi syarat, pahami jalur, dan pilih peluang yang paling besar,” tegasnya.

Baca Juga  MPLS 2026 Dimulai, Seluruh Anak di Kota Bandung Dipastikan Sudah Bersekolah

Untuk mendukung transparansi dan kemudahan layanan, Pemerintah Kota Bandung menyediakan Desk Layanan Terpadu SPMB yang melibatkan Dinas Pendidikan, Disdukcapil, dan Dinas Sosial.

Layanan tersebut tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan administrasi, tetapi juga memberikan konsultasi terkait jalur penerimaan, persyaratan, serta mekanisme seleksi.

Edy mengungkapkan, kendala yang paling banyak dikeluhkan masyarakat hingga saat ini berkaitan dengan proses pendataan dan kesulitan masuk ke sistem akibat data kependudukan yang belum sinkron.

Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan terpadu maupun fasilitas pengaduan yang tersedia melalui laman resmi SPMB Kota Bandung.

Selain itu, ia mengingatkan orang tua untuk tidak terburu-buru menentukan pilihan sekolah dan memanfaatkan informasi yang tersedia untuk melihat peluang pada masing-masing jalur penerimaan.

Baca Juga  MPLS 2026 Dimulai, Seluruh Anak di Kota Bandung Dipastikan Sudah Bersekolah

Khusus jenjang sekolah dasar (SD), Edy menegaskan bahwa faktor usia menjadi prioritas utama dalam seleksi, bukan jarak tempat tinggal sebagaimana masih sering dipahami sebagian masyarakat.

“Prinsipnya, tidak boleh ada anak usia sekolah di Kota Bandung yang tidak mendapatkan akses pendidikan,” ujarnya.

Melalui layanan terpadu dan sistem yang terintegrasi, Pemerintah Kota Bandung berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan memberikan kepastian bagi seluruh calon peserta didik.

Komentar