JURNAL MEDIA, BANDUNG – AstraPay mencatat Jawa Barat sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan pengguna pembayaran digital tertinggi di Indonesia. Hingga pertengahan 2026, jumlah pengguna AstraPay di provinsi tersebut telah mencapai sekitar 17,5 juta orang atau berkontribusi sekitar 15–20 persen terhadap total pengguna secara nasional.
Chief Executive Officer (CEO) AstraPay, Rina Apriana, mengatakan tingginya jumlah pengguna turut mendorong peningkatan volume transaksi. Berdasarkan data perusahaan, transaksi melalui AstraPay di Jawa Barat telah mencapai sekitar 300 juta kali dengan nilai lebih dari Rp150 triliun.
“Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan pengguna yang sangat signifikan. Hingga saat ini terdapat sekitar 17,5 juta pengguna AstraPay di wilayah ini,” ujar Rina dalam Media Gathering & Workshop AstraPay di Bandung, Jumat (10/7/2026).
Menurut Rina, pengguna AstraPay berasal dari berbagai kalangan, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemanfaatan sistem pembayaran digital dinilai mampu meningkatkan keamanan transaksi, mengurangi risiko peredaran uang palsu, serta mempermudah pencatatan keuangan yang lebih efektif, efisien, dan transparan.
Selain itu, transaksi digital juga dinilai dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing UMKM. Karena itu, AstraPay akan terus menjadikan sektor UMKM sebagai fokus utama pengembangan bisnis sekaligus bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi digital.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Bandung, Naniek Sekarningsih, menyebut transformasi digital di Jawa Barat terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut terlihat dari tingginya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dengan pelaku UMKM menjadi pengguna terbesar.
“Di Jawa Barat, sektor UMKM merupakan pengguna terbanyak pembayaran digital dengan porsi mencapai 65 persen, sedangkan usaha kecil dan menengah sekitar 28 persen,” kata Naniek.
Tan
















Komentar