oleh

Dadang Supriatna: Bangunan Tutupi Drainase Jadi Pemicu Banjir Margahayu

JURNAL MEDIA, SOREANG — Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan langkah tegas penanganan banjir yang melanda Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Banjir tersebut merendam sedikitnya 150 rumah warga akibat jebolnya tanggul serta buruknya sistem drainase.

Dalam tinjauan lapangan, Dadang mengidentifikasi sedikitnya tiga penyebab utama banjir, yakni jebolnya tanggul, pendangkalan sungai, serta penyempitan aliran air akibat konstruksi jembatan yang tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, ia juga menemukan adanya bangunan warga yang menutup saluran drainase sehingga memperparah genangan.

“Kami menemukan penyempitan arus di titik jembatan dan pendangkalan yang cukup serius. Namun yang paling krusial adalah adanya bangunan warga yang menutupi saluran air,” ujarnya saat meninjau lokasi terdampak, Minggu (12/4/2026).

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Bandung memerintahkan Camat Margahayu untuk segera mengeluarkan surat instruksi pembongkaran kepada pemilik bangunan yang menghalangi saluran air. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan segan mengambil tindakan tegas apabila imbauan tidak diindahkan.

“Saya minta segera dibuat surat pembongkaran. Jika tidak dilakukan secara sukarela, akan kami turunkan alat berat untuk pembongkaran paksa demi kepentingan publik,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) untuk melakukan asesmen menyeluruh serta merancang perbaikan infrastruktur permanen agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain perbaikan fisik, Pemkab Bandung juga mendorong pembentukan forum kerja sama pentahelix di tingkat kecamatan yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media.

Model kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana secara terintegrasi, termasuk dalam hal normalisasi drainase, perbaikan infrastruktur, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

 

Komentar