oleh

Hardesnas 2026, Dadang Supriatna: Membangun Desa Sama dengan Membangun Indonesia

JURNAL MEDIA, SOREANG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan pembangunan desa adalah fondasi kemajuan bangsa dalam peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 tingkat Kabupaten Bandung. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat peran desa sebagai motor pembangunan dan pusat pertumbuhan ekonomi.

Peringatan Hardesnas 2026 digelar di Lapangan Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Jumat (23/1/2026).

“Desa membangun sama dengan membangun Indonesia. Peradaban itu lahir dan tumbuh dari desa,” ujarnya.

Menurutnya, Hardesnas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memotivasi para kepala desa agar terus berinovasi, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Seiring peringatan Hardesnas, Pemkab Bandung juga menggelar program Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa). Program ini menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat desa untuk menyerap aspirasi.

Baca Juga  HJKB ke-216 Ditutup dengan Pawai Jampana, Pemkot Bandung Angkat Kearifan Lokal

Dalam kegiatan tersebut, Bupati bermalam di rumah warga kategori desil satu dan keesokan harinya melaksanakan program bedah rumah. Berbagai kegiatan turut digelar, mulai dari gelar budaya lokal hingga pagelaran wayang golek.

“Ini bagian dari sapa warga. Kami ingin melihat langsung kondisi riil masyarakat dan mengetahui persoalan krusial yang harus segera ditangani,” katanya.

Dadang Supriatna juga menyoroti persoalan lingkungan di Pangalengan yang rawan banjir bandang. Ia mendorong gerakan Sapoci Kades (Sepasang Pohon Cinta Kepala Desa) sebagai langkah konkret penghijauan.

Melalui gerakan ini, setiap kepala desa bersama pasangan diminta menanam sepasang pohon secara serentak. Program tersebut akan diterapkan di seluruh desa se-Kabupaten Bandung sebagai bagian dari mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga  HJKB ke-216 Ditutup dengan Pawai Jampana, Pemkot Bandung Angkat Kearifan Lokal

Di sektor ekonomi, Dadang mengungkapkan telah terbentuk 270 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bandung. Koperasi ini diharapkan menopang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari target sekitar 400 SPPG, sebanyak 280 unit telah beroperasi. Menurutnya, program MBG tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan balita, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa melalui penyerapan hasil pertanian dan produk lokal.

“Ini akan menciptakan sirkular ekonomi di desa. Hasil pertanian terserap, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya.

Komentar

Berita Lainnya